Liputan6.com, Bangkok - Bandara Suvarnabhumi di Thailand menyampaikan permintaan maaf atas "perilaku yang tidak pantas" dari petugas keamanannya saat menangani 22 penggemar yang membuat kericuhan ketika mengejar dua aktor serial web populer Double Helix pada 29 Juli 2026 malam.
Dikutip dari The Straits Times, Kamis (6/8/2026), pernyataan resmi berbahasa Inggris yang dirilis bandara pada 5 Agustus itu muncul setelah sebuah video yang memperlihatkan seorang petugas keamanan melakukan gestur yang dianggap bernada rasis kepada para penggemar beredar luas di media sosial.
Menurut keterangan Bandara Suvarnabhumi melalui Facebook, insiden terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Bandara tersebut merupakan bandara yang melayani ibu kota Thailand, Bangkok.
Berdasarkan laporan media, dua artis yang menjadi pusat perhatian dalam insiden itu adalah aktor asal Singapura, Ayden Sng, dan aktor berkebangsaan China, Lv Sitong. Keduanya merupakan bintang serial web populer Double Helix.
Insiden pada 29 Juli itu juga bukan kali pertama pasangan aktor tersebut dikerumuni para penggemar. Sebelumnya, mereka telah menghadiri acara temu penggemar di Bangkok pada 26 Juli.
Pada malam kejadian, 22 penggemar tersebut dijadwalkan menaiki penerbangan Thai Airways TG674 menuju Beijing, China.
Pihak bandara menjelaskan bahwa kelompok penggemar itu mengikuti kedua aktor hingga memasuki ruang tunggu maskapai, meskipun mereka tidak memiliki izin untuk menggunakan fasilitas tersebut.
"Personel Thai Airways kemudian meminta bantuan petugas keamanan bandara, yang selanjutnya mengawal kelompok tersebut keluar dari ruang tunggu," demikian keterangan Bandara Suvarnabhumi.
Namun, para penggemar terus mengikuti kedua aktor hingga ke ruang tunggu keberangkatan.
Di pos pemeriksaan dokumen keberangkatan, mereka disebut menolak bekerja sama dalam pemeriksaan boarding pass dan berusaha berlari mengikuti kedua artis agar dapat naik ke pesawat secara bersamaan.
Bandara menyatakan para penggemar bahkan terus mengikuti kedua aktor hingga ke garbarata sampai keduanya berhasil naik ke dalam pesawat.
Untuk mencegah penumpang yang belum menyelesaikan pemeriksaan sebelum keberangkatan masuk ke dalam pesawat, petugas maskapai menutup sementara pintu pesawat. Para penggemar kemudian dikawal kembali ke ruang tunggu keberangkatan.