Bagikan:
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tetap berada di atas level 5 persen.
Adapun angka resmi pertumbuhan ekonomi tersebut dijadwalkan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2026.
Sebagai perbandingan, perekonomian nasional pada kuartal I 2026 tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year).
“(Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan) di atas 5 (persen) masih,” ujarnya kepada awak media, dikutip Kamis, 30 Juli.
Airlangga menjelaskan, optimisme tersebut didorong oleh kuatnya realisasi investasi serta berbagai kebijakan insentif yang telah digulirkan pemerintah untuk menopang aktivitas ekonomi.
“Kuartal kedua (faktor pendorongnya) masih terkait dengan investasi, terkait dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah,” ucapnya.
Ia juga meyakini kinerja ekonomi pada kuartal III dan IV 2026 akan tetap terjaga, di dorong oleh belanja pemerintah dan investasi yang akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang semester II tahun ini.
Di sisi lain, Airlangga menilai minat investor terhadap Indonesia masih cukup tinggi, namun dirinya mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait proses perizinan.
Terkait potensi dampak El Nino terhadap inflasi pangan pada paruh kedua tahun ini, Airlangga memastikan pemerintah terus memantau perkembangan di berbagai daerah.
Dia menambahkan, pemerintah tengah memetakan wilayah yang membutuhkan dukungan pompanisasi maupun distribusi air untuk menjaga produktivitas sektor pertanian, khususnya di daerah yang mulai mengalami penurunan curah hujan.
“Kita monitor saja karena memang di beberapa daerah hujan sudah tidak turun dan mana daerah yang bisa diselesaikan dengan pompanisasi, di mana sungai-sungainya yang masih banyak air dan bagaimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah yang produktif,” tuturnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+