Agensi kreatif kini tak sekadar produksi konten

calendar_today 15.09.2026 - person  - timer ~

Mataram, NTB (ANTARA) - Direktur Semesta Network M Hafidullah mengatakan bisnis agensi kreatif atau creative agency saat ini memiliki cakupan yang semakin luas dan tidak lagi sebatas memproduksi konten atau mengelola kampanye media sosial.

"Kalau hari ini ada yang berpikir bahwa creative agency hanya bikin konten, aktivasi media sosial, bikin kampanye dan seterusnya, maka creative agency hari ini sudah beyond dari itu semua," kata Hafidullah saat menjadi pembicara dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB di Mataram, NTB, Selasa.

Ia menjelaskan creative agency merupakan salah satu bagian dari ekosistem industri kreatif yang memiliki pasar yang sangat besar dan beragam.

Menurut dia, dalam ekosistem agensi terdapat berbagai klaster, antara lain advertising agency, creative agency, digital agency, dan media agency, yang masing-masing memiliki fungsi dan peluang bisnis yang berbeda.

"Kalau semuanya menjadi agensi, teman-teman justru menjadi kompetitor semua. Kalau saya boleh mengarahkan, ambil peran masing-masing," ujarnya.

Hafidullah yang telah memulai bisnis sejak 2002 tersebut mengatakan perjalanan bisnisnya menunjukkan bahwa peluang dalam industri kreatif terus berkembang seiring perubahan teknologi dan perilaku konsumen.

Dalam perkembangannya, Semesta Network kemudian membangun sejumlah lini bisnis yang saling terhubung dalam ekosistem kreatif.

Salah satunya adalah digital agency, yang menurut Hafidullah, kini dapat dikembangkan ke dalam sejumlah fokus, termasuk layanan untuk pemerintah.

Ia juga menyoroti besarnya potensi bisnis media dalam ekosistem periklanan.

Berdasarkan pengalamannya menangani klien korporasi, anggaran komunikasi dan periklanan tidak seluruhnya digunakan untuk produksi iklan, tetapi porsi besar juga dialokasikan untuk media.

Menurut dia, keberadaan media juga berkaitan erat dengan data dan riset untuk mengukur efektivitas komunikasi. Karena itu, perusahaannya mengembangkan perusahaan riset yang fokus pada transformasi digital.

Selain creative agency, Hafidullah mengatakan ekosistem industri kreatif juga dapat dikembangkan melalui bisnis intellectual property (IP), inkubator bisnis, hingga perusahaan teknologi.

Bisnis IP, kata dia, kini menjadi salah satu model yang berkembang di industri kreatif karena produk kreatif dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk komersial.

"Yang dijual itu bisa jadi produk. Itu masuk kategori IP," ujarnya.

Ia juga mendorong pelaku ekonomi kreatif di NTB untuk tidak berfokus pada satu jenis bisnis saja. Menurutnya, pembagian peran dalam ekosistem justru dapat menciptakan kolaborasi dan memperluas pasar. Hafidullah menilai peluang industri kreatif di NTB sangat terbuka karena ekosistem ekonomi kreatif memiliki pasar yang besar dan terus berkembang.

Ia menyebut ekonomi kreatif kini mencakup 21 subsektor, dengan munculnya sejumlah bentuk usaha baru seperti konten kreator dan modifikasi otomotif.

"Kalau kita bicara ekosistem kreatif, market-nya tidak akan pernah habis. Market-nya besar sekali," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hafidullah juga berbagi pengalaman Semesta Network menangani sejumlah klien besar, antara lain PT Pertamina, BSI, dan Kementerian PUPR. Ia mencontohkan pengelolaan komunikasi digital Kementerian PUPR yang antara lain menghadirkan konten kreatif terkait sosok Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menurut dia, konten kreatif yang terlihat spontan di media sosial pada dasarnya tetap membutuhkan strategi, konsep, produksi, dan pengelolaan komunikasi yang terencana.

Hafidullah berharap pengalaman tersebut dapat menginspirasi pelaku ekonomi kreatif di NTB untuk melihat peluang bisnis secara lebih luas serta membangun kolaborasi sesuai keahlian masing-masing.

"Teman-teman harus bisa melakukan hal yang sama," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Semesta Network: "Creative Agency" kini tak sekadar produksi konten

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026