Agen Rahasia Iran Beraksi, Pangkalan AS di Inggris Warning Bom

calendar_today 28.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Polisi kontraterorisme Inggris dilaporkan tengah menyelidiki potensi keterkaitan dengan Iran setelah sebuah dugaan ancaman bom terhadap pangkalan yang menampung Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) berhasil digagalkan pada akhir pekan lalu.

Mengutip CNBC International, Senin (28/09/2026), aparat kepolisian Inggris telah menangkap lima orang pria pada hari Minggu di dekat pangkalan RAF Fairford, yang terletak di wilayah barat Inggris. Kelima orang tersebut secara resmi ditahan atas kecurigaan pelanggaran terkait bahan peledak dan terorisme.

Pangkalan RAF Fairford selama ini diketahui memegang peranan krusial sebagai pos komando Angkatan Udara AS untuk berbagai operasi dari benua Eropa, sekaligus menjadi titik peluncuran untuk serangkaian serangan mematikan Amerika terhadap situs-situs rudal Iran.

Ancaman terhadap pangkalan militer tersebut sejatinya telah digaungkan sejak bulan Juli lalu. Saat itu, Korps Garda Revolusi Iran secara gamblang memperingatkan bahwa pangkalan mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan udara ke Republik Islam tersebut merupakan target yang sah. Duta Besar Iran Seyed Ali Mousavi sebelumnya juga secara vokal menyuarakan sentimen serupa.

Pilihan Redaksi

  • Harga Sewa Rumah Melonjak, Ribuan Warga Bangun Tenda Tidur di Jalan
  • Pangkalan AS di Inggris Mau Dibom? 5 Orang Ditangkap, Iran Diselidiki
  • Diam-Diam Netanyahu Kunjungi Negara Arab Ini dan Temui Presidennya
  • Istri Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad Meninggal di Umur 100 Tahun
  • Dunia Makin Kacau, Iran Siap "Perang Kiamat" dengan AS

"Mengizinkan pesawat pengebom AS lepas landas dari pangkalan Fairford adalah masalah penting bagi pertahanan diri kami," tegasnya.

Surat kabar Inggris The Daily Telegraph pada hari Senin melaporkan bahwa pihak kepolisian menduga kuat Iran sebagai aktor negara yang paling mungkin berada di balik komplotan serangan teror tersebut. Menurut berbagai sumber kepada The Telegraph, jika Iran benar-benar terlibat, Teheran kemungkinan besar tidak mengandalkan proksi kriminal seperti dalam insiden-insiden sebelumnya. Hal ini secara langsung mengisyaratkan adanya potensi keterlibatan negara secara langsung.

Saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Teheran dalam dugaan plot teror tersebut, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting pada hari Senin menolak untuk memberikan keterangan lebih jauh.

"Akan sangat tidak bijaksana bagi saya untuk berspekulasi," ucap Streeting.

Insiden ancaman bom ini sendiri meletus saat perundingan alot antara AS dan Iran tampaknya berakhir buntu. Situasi ini dipicu oleh penolakan tegas Presiden AS Donald Trump atas tawaran bersyarat Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kendati demikian, Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan Axios pada hari Minggu menyatakan bahwa ia masih memperkirakan para negosiator AS akan kembali terlibat dalam perundingan lanjutan pada minggu ini.

(tps/sef/tps) [Gambas:Video CNBC]