Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing Indonesia Aditya Tri Syahria gagal meraih medali nomor speed putra setelah melakukan false start pada babak final Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Aichi, Jepang, Kamis.
Aditya tampil di Lane B pada putaran final. Namun, langkah atlet berusia 23 tahun itu terhenti setelah melakukan false start, sehingga tidak dapat melanjutkan perlombaan dan dipastikan tidak meraih medali.
"Semua variabel dalam speed itu banyak banget, saya pikir saya sudah berusaha tenang, percaya diri, yakin, dan seperti hasil yang tadi, sepersekian detik saya false start," ujar Aditya seusai perlombaan.
"Ini pelajaran berharga untuk saya, untuk ke depan bisa jadi lebih baik lagi, dan terutama pengelolaan diri."
Sebelumnya, Aditya tampil impresif sejak babak perempat final. Berada di heat pertama bersama Jinyong Jo dari Korea Selatan, Aphiwit Limpanichpakdee dari Thailand, dan Chi Fung Au dari Hong Kong, Aditya menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4,83 detik.
Pada semifinal, Aditya kembali menunjukkan performa apik. Ia finis di posisi pertama dengan waktu 4,786 detik, 0,003 detik di depan Damir Toktarov dari Kazakhstan yang mencatat 4,789 detik.
Sementara itu, atlet Indonesia Veddriq Leonardo yang berada di heat yang sama dengan Aditya harus mengakhiri langkahnya setelah finis di urutan ketiga dengan waktu 4,95 detik. Limpanichpakdee berada di posisi keempat dengan 5,04 detik.
Hasil tersebut mengantarkan Aditya ke babak final, sedangkan Veddriq harus tersingkir.
Pada semifinal heat kedua, dua atlet, Ryo Omasa dan Long Jianguo, melakukan false start. Kondisi tersebut membuat dua atlet lainnya, Shouhong Chu dari China dan Reza Ali Pour Shenazandi Fard dari Iran, otomatis melaju ke final.
Medali emas diraih Shouhong Cu dengan catatan waktu 4,714 detik, perak diraih Ali Pour Shenazandi dengan 5,367 detik, dan perunggu menjadi milik Toktarov dengan catatan 7,342 detik.
Perjalanan Aditya menuju final sebelumnya diawali dengan penampilan gemilang pada babak kualifikasi, Rabu (30/9). Ia menjadi yang tercepat sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 4,62 detik.
Sementara itu, Veddriq menempati peringkat kelima pada kualifikasi dengan waktu 4,78 detik. Rekor Asian Games sebelumnya, yang dicatat di Guangzhou, China, dipegang Veddriq dengan waktu 4,95 detik.
Pewarta: Arindra Meodia
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.