Bagikan:
JAKARTA - Otoritas Korea Selatan (Korsel) pada Hari Selasa sempat memerintahkan warga sipil untuk evakuasi, setelah apa yang mereka sebut sebagai kebocoran fosfor putih di pangkalan militer Amerika Serikat dekat ibu kota, Seoul.
Para pejabat di Kota Pyeongtaek mendesak warga sekitar untuk pindah ke lokasi yang aman dan menghindari paparan kulit setelah kebocoran di Pangkalan Udara Osan terdeteksi sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Mereka mencabut perintah evakuasi beberapa jam kemudian, dengan mengatakan bahwa pekerjaan dekontaminasi telah selesai, menurut pesan teks yang dikirim oleh kota tersebut.
Polisi dilaporkan menggunakan kendaraan untuk membuat perimeter 300 hingga 500 meter (yard) dari pangkalan, memblokir pejalan kaki dan mengalihkan rute kendaraan.
Dalam sebuah pernyataan, Sayap Tempur ke-51 AS tidak menyebutkan kebocoran fosfor putih, tetapi mengatakan bahwa mereka membuat kordon keamanan 1.000 kaki (300 meter) di sekitar pangkalan "karena kecelakaan di darat dan sebagai tindakan pencegahan" untuk melindungi pangkalan dan penduduk setempat.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa laporan tentang evakuasi umum pangkalan udara itu tidak benar.
"Kami menangani masalah ini dengan sangat hati-hati dan cepat," katanya, melansir Al Arabiya dari The Associated Press (28/7).
"Keselamatan dan kesejahteraan anggota layanan kami, keluarga mereka, dan tetangga kami di Pyeongtaek tetap menjadi prioritas utama kami," tambahnya.
Tidak ada laporan langsung tentang gangguan besar atau kecelakaan.
US Forces Korea atau militer Amerika Serikat di Korea Selatan tidak memberikan komentar lebih lanjut tentang insiden tersebut.
Diketahui, fosfor putih adalah zat kimia kontroversial yang digunakan dalam amunisi pembakar dan peluru asap.
Ketika dinyalakan, zat ini dapat terbakar pada suhu yang sangat tinggi dan dapat membakar bangunan serta membakar daging manusia hingga ke tulang.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+