Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta maskapai memenuhi hak penumpang yang penerbangannya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Salah satu opsi yang dapat dilakukan penumpang adalah pembatalan dan pengembalian dana atau refund secara elektronik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan maskapai harus segera memberikan informasi kepada penumpang apabila penerbangan mengalami pembatalan atau gangguan akibat kondisi abu vulkanik.
Menurut Dudy, penumpang yang penerbangannya dibatalkan tidak perlu datang langsung ke bandara untuk melakukan proses pembatalan maupun refund. Proses tersebut dapat dilakukan secara elektronik.
"Kalau ada pembatalan, refund bisa dilakukan secara elektronik, jadi penumpang tidak perlu datang ke bandara," ujar Dudy dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Dudy mengatakan keselamatan dan keamanan menjadi prioritas dalam menghadapi gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik. Maskapai diminta tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi belum memungkinkan.
Kemenhub mencatat sebanyak 373 penerbangan terdampak penutupan sejumlah bandara akibat abu vulkanik hingga pukul 10.35 WIB, Minggu (6/9).
Dari jumlah tersebut, Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu yang paling banyak mengalami dampak dengan 202 penerbangan terdampak. Sebanyak 167 penerbangan dibatalkan, 16 mengalami keterlambatan, tujuh ditunda, empat dialihkan, dua telah mendarat, tiga telah berangkat, dan satu penerbangan kembali ke bandara asal.
Di Bandara Radin Inten II, terdapat delapan penerbangan terdampak dan seluruhnya dibatalkan. Sementara di Bandara Halim Perdanakusuma, sebanyak 29 penerbangan terdampak dan seluruhnya dibatalkan.
Kemenhub menyatakan hak penumpang tetap harus dipenuhi oleh maskapai sesuai ketentuan yang berlaku. Maskapai juga wajib memberikan pelayanan dan penanganan kepada penumpang serta menyampaikan informasi mengenai status penerbangan dan pilihan yang tersedia.
Kemenhub mengimbau penumpang tidak datang ke bandara yang masih terdampak penutupan untuk menghindari kepadatan. Penumpang diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing.
Gangguan penerbangan tersebut terjadi setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau memengaruhi sejumlah ruang udara. Kemenhub terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan BMKG, Badan Geologi, AirNav Indonesia, pengelola bandara, dan maskapai terkait perkembangan kondisi tersebut.
Dudy menegaskan operasional penerbangan akan mengutamakan keselamatan dan keamanan. Jika kondisi belum memungkinkan, penerbangan tidak akan dipaksakan.