Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:50 WIB
Sumber :
VIVA –Di balik bertambahnya jumlah Sekolah Rakyat, terselip kisah anak-anak Indonesia yang kembali menemukan harapan. Mereka adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sempat kehilangan kesempatan bersekolah, namun kini kembali duduk di bangku sekolah dan mulai menata kembali cita-cita mereka.
Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan membuka 93 Sekolah Rakyat permanen. Jika digabung dengan sekolah rakyat rintisan yang telah berjalan, jumlahnya mencapai 182 sekolah.
“Semua kabupaten akan punya satu sekolah rakyat,” ujar Presiden.
Bagi Prabowo, angka tersebut bukan sekadar jumlah sekolah, melainkan kesempatan bagi anak-anak yang sebelumnya harus berjuang keras hanya untuk bertahan hidup. Salah satunya Muhammad Rizki Pratama, siswa berusia 12 tahun yang sebelum masuk Sekolah Rakyat pernah mengayuh sepeda hingga puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual.
Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk belajar dan bermain, tubuh kecil Rizki justru harus menanggung beban yang tidak ringan.
“Bayangkan, Rizki berdiri lagi. Bayangkan, badan seperti ini, naik sepeda, membawa 30 kilo ikan. Luar biasa kau Rizki, kau anak yang baik,” ungkap Prabowo.
Rizki bahkan sempat putus sekolah sebelum akhirnya mendapat kesempatan kedua lewat Sekolah Rakyat.
Baca Juga
“Ia sempat putus sekolah, dan waktu masuk Sekolah Rakyat, ia belum lancar membaca, dan belum bisa menghitung dengan baik. Hari ini, Rizki kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar, dan melatih cita-cita,” katanya.
“Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak. Saya yakin Rizki, kau akan menjadi pribadi yang kuat,” lanjutnya.
Prabowo juga menceritakan kisah Citra Nur Ramadhani, siswi asal Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan. Saat duduk di kelas 4 sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang.
Ayahnya telah wafat, sementara ibunya merupakan penyandang disabilitas. Kondisi keluarga membuat Citra harus ikut memikul beban kehidupan yang semestinya belum menjadi tanggung jawab seorang anak.
Prabowo mengatakan, Sekolah Rakyat kemudian hadir memberikan Citra kesempatan untuk tetap belajar tanpa harus meninggalkan keluarganya sendirian menghadapi perjuangan hidup. Di sekolah itu pula, Citra mengukir prestasi sebagai juara karate tingkat kabupaten.
Menurut Prabowo, keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari sebuah cita-cita ketika seorang anak diberi ruang untuk belajar, dibimbing, dan didukung. “Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi,” tegas Prabowo.
Bagi Rizki, Citra, dan ribuan anak lainnya, Sekolah Rakyat bukan hanya tentang ruang kelas dan pelajaran. Ia hadir dalam wujud buku, seragam sekolah, arena kompetisi, dan mimpi tentang masa depan yang kini terasa lebih mungkin diraih.
Prabowo pun menyampaikan pesan kepada seluruh siswa Sekolah Rakyat di Indonesia.
“Rizki, Citra, dan seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat di manapun kalian berada, kami di sini untuk kamu semua. Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
VIVA.co.id
15 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut
Topik Terkait
Sekolah Rakyat
Keluarga Kurang Mampu
Prabowo
Prabowo Subianto
Sidang Tahunan Mpr
Jangan Lewatkan
Menurut Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, pesan “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat” yang disampaikan Ketua DPD RI Sultan Najamudin sejalan dengan arah pembangunan nasional
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyat sendiri. Ia juga soroti pupuk dan birokrasi. Begini selengkapnya.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman buka suara soal usulan pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengusut dugaan penyimpangan yang dilakukan jajaran direksi BUMN.
Citra Nur Ramadhani, siswi 10 tahun asal Pangkep, diperkenalkan Prabowo di depan DPR. Sempat hampir putus sekolah, kini ia berprestasi di karate. Selengkapnya di sini
Sejumlah sekjen partai politik (parpol) pendukung pemerintahan Prabowo Subianto berkumpul di kediaman Sekjen Partai Gerindra, Sugiono pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pidato Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR menyoroti 121 kebijakan transformatif, kenaikan gaji hakim, renovasi sekolah, kinerja legislatif, keberlanjutan program mbg.
Terpopuler
Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus gangguan dan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) Sewon, Kabupaten Bantul, pada Mei lalu
Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat melaporkan pegawai Pemprov Bali, yang melanggar Instruksinya tentang peningkatan kinerja, kualitas, dan integritas pelayanan
Arifin menjelaskan A baru sekitar dua tahun menetap di Kota Kupang. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP di Kabupaten Alor, A meneruskan sekolah di SMK Pelayaran Lasiana
BMKG menyebut bahwa gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0-7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026. Sejumlah bangunan rusak dan sementara korban tewas 5 orang
Selengkapnya
Partner
Pemerintah Iran memastikan bahwa mereka telah bersiap untuk perang dalam waktu yang panjang dalam menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya. Stok amunisi masih banyak
Sayur lodeh merupakan salah satu hidangan tradisional nusantara kaya rempah yang sangat digemari. Kuah santan yang gurih berpadu dengan aneka sayuran membuat hidangan ini
Terdakwa kasus dugaan korupsi Fadia Arafiq membantah menerima uang Rp11 juta saat ulang tahun di Guci. Saksi Wahyu Kuncoro menyebut uang dititipkan kepada Pj Sekda.
LLDikti Wilayah I Sumatera Utara akan menyalurkan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada tahun akademik 2026/2027, dengan total kuota sebanyak 3.751 penerima.
Selengkapnya
Isu Terkini