CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 05:00 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Sering merasa pegal atau mudah lelah ternyata bisa jadi tanda tubuh kurang bergerak. Sayangnya, hal ini sering diabaikan oleh banyak orang sampai pada akhirnya tubuh sudah tidak kuat menahan beban lagi.
Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk, baik saat bekerja, belajar, maupun bersantai. Padahal, tubuh dirancang untuk bergerak setiap hari.
Kebiasaan aya hidup sedentari) adalah kebiasaan seseorang yang kurang bergerak .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ubuh yang kurang bergerak bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, mulai dari kebugaran, pencernaan, hingga kesehatan jantung.
Jika tubuh kurang bergerak atau hanya melakukan aktivitas fisik sangat minim, tubuh bisa mulai menunjukkan berbagai tanda yang sering dianggap sepele. Berikut beberapa ciri tubuh kurang bergerak yang perlu kamu waspadai.
Melansir dari situs WebMD, tanda tubuh kurang bergerak adalah jika kamu sering bangun tidur dengan tubuh terasa kaku atau mudah pegal setelah duduk lama, bisa jadi tubuh kurang bergerak.
Kurangnya aktivitas membuat otot menegang dan sendi menjadi kurang lentur. Akibatnya, gerakan sederhana seperti membungkuk atau berdiri terasa tidak nyaman.
Luangkan waktu untuk melakukan peregangan atau berjalan kaki beberapa menit setiap hari agar tubuh tetap fleksibel.
Sering merasa lemas meski sudah cukup tidur juga bisa menjadi tanda tubuh kurang bergerak. Aktivitas fisik membantu melancarkan aliran darah sehingga oksigen dan nutrisi dapat tersebar ke seluruh tubuh.
Saat jarang bergerak, tubuh menjadi lebih lambat menghasilkan energi sehingga kamu lebih mudah merasa lelah.
Apakah kamu mudah kehabisan napas saat naik tangga atau berjalan sedikit lebih cepat? Hal ini bisa terjadi karena jantung dan paru-paru kurang terlatih.
Semakin jarang berolahraga, semakin menurun pula kebugaran tubuh sehingga aktivitas ringan pun terasa berat.
Pilihan Redaksi
Kurang bergerak juga dapat memperlambat kerja sistem pencernaan. Gerakan tubuh membantu usus mendorong sisa makanan agar lebih mudah dikeluarkan. Jika terlalu banyak duduk, risiko sembelit menjadi lebih tinggi.
Selain memperbanyak aktivitas fisik, pastikan kamu juga minum cukup air dan mengonsumsi makanan berserat.
Kurangnya aktivitas fisik tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh, tetapi juga mental. Orang yang jarang bergerak lebih mudah merasa stres, cemas, atau suasana hatinya memburuk.
Sebaliknya, olahraga dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang membuat perasaan lebih bahagia dan rileks.
Jika sering sulit tidur atau mudah terbangun di malam hari, penyebabnya bisa karena tubuh kurang aktif.
Aktivitas fisik secara rutin membantu tubuh lebih mudah tertidur dan meningkatkan kualitas tidur. Bahkan berjalan kaki selama 20-30 menit setiap hari sudah bisa memberikan manfaat.
Duduk terlalu lama dapat melemahkan otot inti yang berfungsi menopang tulang belakang. Akibatnya, punggung lebih mudah terasa nyeri dan postur tubuh menjadi membungkuk.
Peregangan, yoga, atau latihan penguatan otot inti dapat membantu mengurangi keluhan ini.
Saat tubuh kurang bergerak, jumlah kalori yang dibakar juga berkurang. Jika asupan makanan tetap sama atau bahkan berlebihan, berat badan akan lebih mudah meningkat.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, naik tangga, atau bersepeda dapat membantu menjaga metabolisme tetap aktif.
Demikian beragam tanda tubuh kurang bergerak yang sering diabaikan. Semoga bermanfaat.
(sac/fef)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]