8 Fakta Bougainville, Negara Baru yang Bakal Jadi Tetangga Indonesia di 2030

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Bougainville -

Indonesia akan memiliki tetangga baru di kawasan Pasifik. Bougainville siap menjadi negara berdaulat di 2030. Begini fakta-fakta terkait negara baru itu:

Wilayah yang kini masih menjadi bagian dari Papua Nugini itu tengah menjalani proses politik panjang menuju kemerdekaan. Bougainville bukan sekadar gugusan pulau di Pasifik. Wilayah ini memiliki sejarah referendum kemerdekaan dan fakta unik untuk dikulik lebih jauh.

Berikut Fakta-fakta Menarik Tentang Bougainville

1. Akan Jadi Negara Baru

Bougainville saat ini masih berstatus wilayah otonom Papua Nugini atau Autonomous Region of Bougainville. Namun, wilayah ini sedang menempuh proses menuju kemerdekaan melalui mekanisme yang disepakati dalam Bougainville Peace Agreement.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan itu didukung masyarakat melalui referendum yang digelar pada 23 November sampai 7 Desember 2019, sebanyak 98,31% suara sah memilih kemerdekaan dibandingkan mempertahankan otonomi yang lebih luas dalam Papua Nugini. Referendum tersebut bersifat non-binding, sehingga hasilnya tetap harus melalui proses konsultasi dan keputusan di tingkat nasional Papua Nugini.

Setelah referendum, pemerintah Papua Nugini menyepakati roadmap politik yang pada awalnya menargetkan penyelesaian status politik Bougainville tidak lebih awal dari 2025 dan tidak lebih lambat dari 2027.

Namun pada 25 Juli 2026, Bougainville Independence Leaders Consultation Forum mengesahkan posisi akhir Bougainville dan merekomendasikan 1 September 2030 sebagai tanggal deklarasi kemerdekaan.

2. Punya Dua Pulau Utama

Bougainville berada sekitar 1.000 km di sebelah timur daratan utama Papua Nugini. Wilayah ini terdiri dari dua pulau utama yaitu Bougainville Island dan Buka Island, ditambah sejumlah pulau kecil serta atol.

Secara geografis dan ekologis, Bougainville termasuk kawasan Kepulauan Solomon, meski secara politik saat ini berada di bawah Papua Nugini. Pemerintah Papua Nugini juga mencatat Bougainville sebagai bagian dari wilayah New Guinea Islands Region.

3. Punya Ratusan Ribu Penduduk

Data terbaru sensus nasional Papua Nugini mencatat 367.093 penduduk di Autonomous Region of Bougainville pada 2024. Mayoritas penduduk Bougainville merupakan masyarakat Melanesia. Kehidupan masyarakatnya juga banyak berlangsung di luar pusat-pusat perkotaan dan tersebar di berbagai desa.

4. Buka Jadi Ibu Kota Sementara

Buka Town merupakan ibu kota sementara Bougainville dan menjadi lokasi kantor pusat Autonomous Bougainville Government. Kota ini berada di Buka Island yang terpisah dari pulau utama Bougainville oleh Buka Passage.

Sementara itu, Arawa berada di Central Bougainville dan merupakan ibu kota sebelumnya. Kota tersebut pernah berkembang pesat ketika aktivitas pertambangan di kawasan Panguna masih berlangsung.

5. Namanya Diambil dari Penjelajah Prancis

Nama Bougainville ternyata berasal dari seorang penjelajah Prancis bernama Louis-Antoine de Bougainville. Ia merupakan prajurit, pelaut dan navigator Prancis yang memimpin ekspedisi keliling dunia pada 1766-1769.

Dalam perjalanan tersebut, ekspedisinya melintasi kawasan Pasifik dan mencapai sekitar New Guinea. Nama Bougainville kemudian digunakan untuk pulau tersebut.

6. Punya Banyak Bahasa

Bougainville Government mencatat sedikitnya 19 bahasa pribumi digunakan di wilayah tersebut. Selain bahasa-bahasa lokal, Tok Pisin menjadi lingua franca yang digunakan untuk berkomunikasi lintas kelompok. Bahasa Inggris juga banyak digunakan.

7. Masyarakatnya Matrilineal

Salah satu fakta paling menarik tentang Bougainville adalah banyak masyarakatnya memiliki tradisi matrilineal. Dalam masyarakat matrilineal, hubungan kekerabatan serta pewarisan hak atas tanah ditelusuri melalui garis perempuan.

Dalam sejumlah komunitas, perempuan berperan penting dalam keputusan terkait tanah, keluarga dan klan. Namun, praktiknya dapat berbeda antarwilayah dan kelompok masyarakat di Bougainville. Perjalanan Bougainville kini memasuki babak baru.

Dari wilayah otonom di tengah Pasifik hingga aspirasi menjadi negara berdaulat, pulau ini menyimpan cerita panjang tentang identitas, budaya dan perjuangan menentukan masa depan sendiri.

8. Upe Jadi Simbol Kedewasaan

Upe adalah topi tinggi berbentuk silinder dari anyaman yang menjadi salah satu simbol penting pada bendera dan lambang wilayah tersebut. Topi ini dikenakan para pemuda saat menjalani ritual sakral menuju kedewasaan.

Selama ritual yang berlangsung berbulan-bulan, para pemuda tinggal terasing di hutan dan menjalani berbagai proses menuju kedewasaan. Ada aturan khusus bahwa perempuan tidak diperbolehkan melihat mereka selama mengenakan Upe.