Jakarta -
Solo dikenal sebagai salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki kekayaan kuliner tradisional. Bahkan beberapa warung makan legendaris ini sudah eksis sejak zaman Belanda.
Berkunjung ke Surakarta atau Solo, rasanya tak lengkap jika tidak kulineran mencicipi kuliner legendaris di sana. Sejumlah warung makan dan jajanan legendaris di kota ini telah bertahan selama puluhan tahun, bahkan sejak masa sebelum Indonesia merdeka.
Resep yang dipertahankan dari generasi ke generasi membuat kuliner tersebut tetap digemari hingga kini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut lima rekomendasi tempat makan di Solo yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu, bahkan ada yang buka sejak zaman Belanda.
1. Serabi Notosuman
Serabi Notosuman. Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Sudah lebih dari satu abad, jajanan tradisional ini tetap menjadi bagian dari kuliner khas Solo. Berdiri sejak 1923, Serabi Notosuman menjadi salah satu warung legendaris yang masih mempertahankan cara memasak tradisional.
Adonan tepung beras dan santan dimasak dalam cetakan kecil di atas tungku, menghasilkan serabi bertekstur lembut dengan cita rasa autentik.
Berlokasi di Jalan Mohammad Yamin No. 28, warung ini menyediakan varian polos dan cokelat dengan kisaran harga sekitar Rp3.000. Buka sejak pukul 07.00, tempat ini kerap menjadi tujuan wisatawan yang ingin mencicipi jajanan klasik Solo atau oleh-oleh tradisional.
2. Es Dawet Telasih Bu Dermi
Es Dawet Telasih di Pasar Gede Solo. Foto: Instagram/@dawet.budermi
Salah satu agenda wajib wisatawan saat berkunjung ke Solo, kulineran di kawasan Pasar Gede. Belum lengkap rasanya ke pasar ini tanpa mencicipi minuman tradisional yang satu ini.
Sejak 1930, Es Dawet Telasih Bu Dermi sudah berjualan dan jadi kuliner legendaris yang digemari warga Solo dan wisatawan. Satu porsinya berisi bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan, cendol, dan biji telasih yang berpadu dengan rasa manis dan segar.
Kedai sederhana ini bahkan pernah disambangi Presiden Joko Widodo. Harganya sekitar Rp10.000 per porsi sehingga masih menjadi pilihan kuliner yang terjangkau hingga sekarang.
3. Soto Triwindu
Soto Triwindu di Solo Foto: (Elmy Tasya Khairally/detikcom)
Kuah bening yang gurih dan mengepul menjadi ciri khas soto yang telah bertahan sejak 1939 ini. Berada di Jalan Teuku Umar, Surakarta, Soto Triwindu menyajikan soto daging sapi sebagai menu utamanya.
Harganya sekitar Rp18.000 untuk soto campur atau Rp23.000 jika nasi disajikan terpisah. Pengunjung juga dapat menambahkan lauk potong seperti empal, lidah, paru, babat, dan otak.
Ada pula perkedel, tempe goreng, serta mendol sebagai pelengkap. Warung ini juga dikenal sebagai salah satu tempat makan favorit Presiden RI ke-7, Jokowi.
4. Timlo Sastro
Timlo Sastro Foto: Instagram sekedarmakanaja
Bagi pencinta makanan berkuah, timlo bisa menjadi pilihan saat sarapan di Solo. Hidangan tersebut sudah disajikan Timlo Sastro sejak 1952 dan menjadi salah satu kuliner yang banyak diburu wisatawan.
Kuah kaldunya bening dengan cita rasa gurih, sementara isinya terdiri atas hati, ampela, ayam suwir, telur kecap, dan sosis Solo.
Lokasinya berada di kawasan persimpangan Pasar Gede, Jalan Pasar Gede. Warung ini buka setiap hari pukul 06.00-15.30 dengan harga sekitar Rp25.000 per porsi.
5. Sate Kere Mbak Tug
Sate Kere Foto: Getty Images
Tak seperti sate pada umumnya yang menggunakan potongan daging, kuliner khas Solo ini memanfaatkan jeroan sebagai bahan utama.
Sejak 1950-an, Sate Kere Mbak Tug telah menyajikan potongan iso, babat, ginjal, dan jeroan lainnya yang dibakar menjadi sate. Setelah matang, sate disiram dengan bumbu kacang yang legit.
Satu porsinya berisi 10 tusuk dengan harga sekitar Rp25.000. Berada di Jalan Arifin No. 63, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk mencicipi kuliner tradisional yang eksis dan bertahan selama puluhan tahun.
Halaman 2 dari 2
(sob/adr)