Jakarta (ANTARA) - Pola asuh positif atau positive parenting dinilai dapat membantu anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan mampu mengelola emosi tanpa harus menggunakan bentakan atau hukuman keras dalam proses mendidik.
Dalam pengasuhan positif, orang tua berperan sebagai pembimbing yang membantu anak memahami aturan, mengenali perasaan, serta belajar dari kesalahan. Pendekatan ini menekankan komunikasi yang hangat, disiplin tanpa kekerasan, dan penghargaan terhadap proses perkembangan anak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut intervensi pengasuhan berbasis bukti dapat membantu memperkuat hubungan orang tua dan anak, mengurangi pola asuh keras, serta mendukung kesehatan mental anak.
Berikut lima tips positive parenting yang dapat diterapkan agar anak tumbuh lebih percaya diri.
1. Hindari membentak, gunakan komunikasi yang tenang
Membentak mungkin dapat membuat anak berhenti melakukan sesuatu dalam waktu singkat, tetapi tidak selalu membantu mereka memahami alasan di balik aturan. Sebaliknya, orang tua dapat menggunakan suara yang tenang dan menjelaskan konsekuensi dari tindakan anak.
Anak yang merasa aman dan dihargai cenderung lebih mudah menerima arahan serta belajar mengendalikan perilakunya.
2. Dengarkan perasaan anak
Salah satu kunci pengasuhan positif adalah memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan. Orang tua dapat mendengarkan tanpa langsung menyalahkan atau mengabaikan emosi anak.
Misalnya, ketika anak marah atau kecewa, orang tua dapat membantu memberi nama pada perasaan tersebut dan mengajarkan cara mengelolanya.
3. Berikan apresiasi pada usaha, bukan hanya hasil
Anak membutuhkan dukungan agar percaya terhadap kemampuannya sendiri. Memberikan apresiasi terhadap usaha, keberanian mencoba, atau proses belajar dapat membantu membangun rasa percaya diri.
Orang tua dapat mengganti kalimat seperti “Kamu harus menang” dengan “Kamu sudah berusaha dengan baik dan terus belajar”.
4. Berikan kesempatan anak mengambil keputusan sederhana
Memberikan pilihan sesuai usia dapat membantu anak belajar mandiri dan bertanggung jawab. Contohnya, membiarkan anak memilih pakaian, menentukan permainan, atau membantu pekerjaan rumah sederhana.
Kesempatan mengambil keputusan membuat anak merasa dipercaya dan membantu membangun keyakinan terhadap dirinya sendiri.
5. Jadilah contoh dalam mengelola emosi
Anak banyak belajar melalui perilaku orang tua. Ketika orang tua mampu menunjukkan cara menghadapi masalah dengan tenang, anak juga belajar mengelola emosinya.
Orang tua dapat menunjukkan bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang wajar dan setiap masalah dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik.
Positive parenting bukan berarti tanpa aturan
Pola asuh positif bukan berarti membiarkan anak melakukan semua hal tanpa batas. Orang tua tetap perlu membuat aturan yang jelas dan konsisten, tetapi dilakukan dengan cara yang menghargai anak.
UNICEF menjelaskan bahwa anak berkembang lebih baik ketika merasa dicintai, aman, dan dipahami. Pengasuhan positif membantu anak belajar mengambil keputusan, mengelola emosi, serta membangun kepercayaan diri.
Dengan menerapkan komunikasi yang hangat, memberikan dukungan, serta menghindari bentakan, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri.
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.