Jakarta -
Perayaan hari kemerdekaan Indonesia biasanya meriah. Tak hanya upacara atau parade, perlombaan yang menggunakan media makanan juga sering dilakukan, seperti ini!
Perlombaan 17 Agustus telah menjadi tradisi yang dilakukan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda ini menjadi sarana masyarakat untuk bersatu, memupuk semangat juang dan kebersamaan, sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa lomba 17 Agustus juga sering menggunakan makanan sebagai media. Mulai dari semangka, nasi tumpeng, kacang hijau, sampai kerupuk dimanfaatkan untuk perlombaan seru di hari kemerdekaan ini.
Berikut 5 makanan yang sering jadi media perlombaan 17-an!
Semangka sering dijadikan media untuk lomba mengangkat koin yang ditancapkan di dalamnya, Foto: Istimewa
Buah semangka sering menjadi media lomba 17-an, khususnya untuk perlombaan gigit koin. Biasanya buah semangka utuh ditancapkan koin di sekitarnya, lalu digantung.
Para peserta lomba pun perlu mengambil koin di buah semangka menggunakan mulut. Namun, tantangannya, koinnya biasa dilumuri cokelat cair atau oli, sehingga iicin dan agak sulit diambil.
Buah semangka sering dipilih karena tekstur kulitnya yang lunak, sehingga logam atau koin bisa ditancap sempurna. Ukurannya juga pas untuk digantung.
Ada juga lomba menghias nasi tumpeng seperti ini. Foto: istimewa
Tak hanya lomba menghias sepeda sepeda, perayaan 17 Agustus juga identik dengan lomba menghias tumpeng. Nasi tumpeng yang biasanya disajikan untuk acara syukuran ini menjadi media para peserta untuk menghias sesuai dengan tema perayaan hari kemerdekaan.
Para peserta bebas berkreasi. Tumpeng nasi kuning tidak hanya dibentuk kerucut, tetapi banyak juga yang membentuknya menyerupai angka umur kemerdekaan.
Tumpeng juga tidak sekadar dihias dengan aneka lauk pauk, seperti ayam goreng hingga perkedel tetapi dihias lebih meriah. Menggunakan hiasan bendera kecil sampai garnish sayuran berbentuk bunga dari tomat atau cabai merah dan kacang panjang yang dikepang.
Selain dinikmati sebagai camilan, di perayaan Hut kemerdekaan RI, biskuit juga sering dijadikan media perlombaan.
Camilan ini biasanya diletakkan di dahi terlebih dahulu. Lalu para peserta diharuskan memindahkan biskuit dari dahi ke mulut hanya dengan menggerakkan otot wajah tanpa boleh menggunakan tangan.
Jika biskuit jatuh ke lantai sebelum masuk mulut, peserta biasanya gugur atau harus mengulang dari awal dengan biskuit baru.
lomba makan kerupuk tak pernah absen dari perayaan 17 agustus. Foto: instagram @leodiegosabrina
Lomba makan kerupuk tidak pernah absen dari perayaan 17 Agustus. Lomba ini sudah dikenal dalam rangkaian perayaan HUT RI Pada tahun 1950-an.
Lomba makan kerupuk tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga menjadi kegiatan yang dikaitkan dengan upaya mengingat kondisi sulit yang dialami masyarakat saat masa perang.
Lomba ini biasanya dilakukan dengan menggantung kerupuk menggunakan tali. Peserta kemudian harus menghabiskan kerupuk tanpa menyentuhnya dengan tangan.
Peserta yang paling cepat menghabiskan kerupuk dinyatakan sebagai pemenang. Biasanya kerupuk yang dijadikan media adalah kerupuk putih atau kerupuk uyel karena ukurannya yang lebar dan berongga, lalu mudah diikat dengan tali rafia.
Dalam merayakan HUT RI, ada juga lomba yang menggunakan media kacang hijau. Lomba ini menguji kesabaran karena peserta harus memindahkan kacang hijau dari satu tempat ke tempat lain menggunakan sumpit.
Selain karena pakai alat sumpit yang mungkin tidak biasa digunakan masyarakat Indonesia, tantangan lainnya adalah buliran kacang ijo yang kecil dan licin.
Butuh fokus tinggi untuk mengambil kacang ijo ini. Biasanya dalam perlombaan juga ada batas waktu yang ditentukan, yaitu 1-3 menit per sesi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)