Daftar Isi
Jakarta -
Otak merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh yang mengatur segala sesuatu yang seseorang pikirkan dan lakukan. Organ ini berkaitan dengan kemampuan mengingat, memecahkan masalah, sekaligus menjaga konsentrasi.
Dalam menjaga kesehatan otak, dibutuhkan konsumsi makanan yang sehat. Berbagai makanan bisa melindungi sel-sel otak hingga meningkatkan fungsi memori.
Berikut sejumlah makanan yang bisa menjaga kesehatan otak:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikan berlemak, seperti salmon, tuna, dan sarden merupakan salah satu sumber asam lemak omega-3 yang baik. Dikutip dari laman Medical News Today, nutrisi ini berperan dalam membentuk membran yang melapisi setiap sel tubuh, termasuk sel-sel otak. Karena itu, omega-3 dapat membantu menjaga struktur neuron, yaitu sel saraf yang berperan dalam proses berpikir dan mengirimkan informasi.
Sebuah penelitian pada 2017 menunjukkan bahwa orang dengan kadar omega-3 yang lebih tinggi memiliki aliran darah ke otak yang lebih baik. Peneliti juga menemukan hubungan antara kadar omega-3 yang tinggi dengan kemampuan kognitif atau kemampuan berpikir yang lebih baik.
Buah beri seperti strawberry, blackberry dan blueberry mengandung antioksidan flavonoid yang baik untuk otak. Antioksidan bsia membantu mengurangi peradangan dan stres oksdatif.
Sebuah ulasan tahun 2014 mencatat, senyawa antioksidan dalam buah beri memiliki banyak efek positif pada otak, seperti:
Mengonsumsi lebih banyak kacang-kacangan dan biji-bijian dapat bermanfaat bagi kesehatan otak karena makanan ini mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan.
'
Sebuah penelitian pada 2014 menemukan bahwa konsumsi kacang-kacangan dalam jumlah yang lebih tinggi berkaitan dengan fungsi otak yang lebih baik pada orang lanjut usia.
Kacang-kacangan dan biji-bijian juga merupakan sumber vitamin E, yaitu antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif akibat radikal bebas.
Seiring bertambahnya usia, otak lebih rentan mengalami stres oksidatif. Karena itu, vitamin E diduga berperan dalam membantu menjaga kesehatan otak pada lansia.
Adapun beberapa jenis kacang dan biji-bijian yang kaya vitamin E tinggi di antaranya almond, hazelnut, biji bunga matahari.
Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli mengandung vitamin K, folat, dan beta karoten. Dikutip dari laman Harvard Health, penelitian menunjukkan bahwa makanan ini bisa membantu memperlambat penurunan kognitif.
Brokoli kaya akan senyawa yang disebut glukosinolat, yang bisa mengurangi stres oksidatif dan menurunkan risiko neurodegeneratif. Sayuran ini juga mengandung vitamin C dan flavonoid yang meningkatkan kesehatan otak.
Coklat hitam mengandung kakao yang mengandung flavonoid, antioksidan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan otak. Otak sangat rentan terhadap stres oksidatif (ketikdakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh), yang berkontribusi pada penurunan kognitif terkait usia dan penyakit otak.
Penelitian pada manusia yang dipublikasikan pada 2018 mendukung manfaat dark chocolate bagi kesehatan otak. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan metode pencitraan untuk mengamati aktivitas otak setelah peserta mengonsumsi dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70 persen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi dark chocolate dengan kadar kakao tersebut berpotensi meningkatkan plastisitas otak, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi yang berperan penting dalam proses belajar. Selain itu, dark chocolate juga diduga memberikan manfaat lain yang berkaitan dengan fungsi otak.
Menurut spesialis saraf dr Sardiana Salam, Sp.S, Subsp.NKI(K), M.Kes dari RS Pusat Otak Nasional, pola makan memang menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan otak. Jika memilki masalah obesitas, disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter gizi agar mndapat rekomendasi pola makan yang terbaik
Selain terkait dengan asupan makanan, ada tips lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan otak, yaitu:
Salah satu aktivitas yang sangat baik untuk menjaga otak adalah rajin membaca buku. dr Sardiana mengatakan bahwa membaca buku bisa memberikan aktivasi dan reaktivasi pada otak.
"Sarannya (aktivitasnya) adalah seperti rajin membaca, atau senam otak, terus permainan yang melatih kecerdasan seperti puzzle atau TTS. Itu (bertujuan) untuk memberikan aktivasi reaktivasi pada otak kita agar tidak mengalami pra demensia," ucap dr Sardiana kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Olahraga juga menjadi aktivitas yang sangat baik untuk menjaga kesehatan otak. Tak perlu memilih yang berat, olahraga ringan yang dilakukan secara rutin sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap sehat. Contoh olahraga yang dapat dilakukan yaitu jogging di setiap pagi selama 30 menit.
"Terus ada olahraga. Kami juga menyarankan pada pasien-pasien kita yang sudah pernah mengalami stroke minimal rutin olahraga ringan seperti jogging atau perubahan pola makan," kata dr Sardiana.
(elk/tgm)