5 Konteks Istilah dan Sejarah dalam Film China Dear You (2026)

calendar_today 11.08.2026 - person  - timer ~

CNN Indonesia

Selasa, 11 Agu 2026 20:15 WIB

Film China Dear You (2026)
Dalam durasi 118 menit, sutradara membanjiri Dear You (2026) dengan berbagai latar dan kisah sejarah juga budaya. (Shenzhen King Ant Pictures/Damai Entertainment/Rongde Holdings/Shenzhen Lichun Pictures)

Jakarta, CNN Indonesia --

Film China Dear You (2026) tayang di bioskop Indonesia pada 7 Agustus 2026. Film yang menjadi perbincangan di China dan berbagai negara ini dibintangi Li Sitong, Wang Yantong, Wu Shaoqing, Zheng Runqi, dan Wang Xiaohui.

Film ini digarap Lan Hongchun yang juga ikut menulis naskah film keluarga berlatar sejarah bersama Zheng Xuanxuan, Yang Leng, Zhu Liyun. Film ini jadi film panjang ketiga Hongchun yang namanya sedang naik daun di China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear You (2026) mengisahkan perjalanan seorang pemuda asal Chaoshan, Guangdong timur, ke Thailand demi mencari kakeknya yang telah lama hilang. Namun ia justru membawanya pada penemuan sebuah rahasia lama soal leluhurnya yang melibatkan orang asing.

Dalam durasi 118 menit, Lan Hongchun yang dikenal kental membawa budaya juga sejarah Chaoshan membanjiri Dear You (2026) dengan berbagai latar dan kisah sejarah juga budaya.

Berikut 5 konteks istilah dan sejarah dalam film China Dear You (2026):

1. Nanyang dan Siam


Dalam Dear You (2026), kata "Nanyang" dan "Siam" kerap terucap dalam percakapan, entah antara Lamgi dengan Bhagseng, atau dalam narasi yang diucap oleh Hiou-ui.

"Nanyang" sebenarnya adalah kata dalam bahasa masyarakat Tionghoa yang bermakna "Lautan Selatan" dan merujuk wilayah geografis yang saat ini dikenal sebagai Asia Tenggara.

"Nanyang" umum digunakan untuk merujuk pada populasi besar migran etnis Tionghoa di Asia Tenggara, dan dibedakan dari Xiyang yang merujuk pada dunia Barat, serta Dongyang yang merujuk pada Jepang.

Dalam pemberitaan, "Nanyang" biasanya merujuk wilayah yang membentang dari Provinsi Yunnan (utara) hingga Singapura (selatan) dan dari Myanmar alias Burma (barat) hingga Vietnam (timur).

Kemudian "Siam" sendiri merujuk pada Kerajaan Siam, atau nama Kerajaan Thailand sebelum namanya berubah menjadi Thailand pada 1939. Kerajaan Siam menduduki wilayah yang saat ini dikenal sebagai Thailand, Kamboja, Laos, Pegu, dan sebagian kecil Malaysia.

Karena masih dalam area lokasi yang sama, "Nanyang" dan "Siam" kadang sering digunakan silih berganti dalam percakapan di film ini untuk menggambarkan pemahaman masyarakat Teochew kala itu memaknai Asia Tenggara.

Film China Dear You (2026)Dalam film China Dear You (2026), banyak adegan menggambarkan para pekerja di Nanyang mengantri di kantor pos dan meminta petugas pos untuk menuliskan surat kepada keluarga mereka di China daratan, sembari menyisipkan uang di surat tersebut. Surat ini dikenal sebagai qiaopi. Foto: (Shenzhen King Ant Pictures/Damai Entertainment/Rongde Holdings/Shenzhen Lichun Pictures)

2. Qiaopi

Dalam Dear You, banyak adegan menggambarkan para pekerja di Nanyang mengantri di kantor pos dan meminta petugas pos untuk menuliskan surat kepada keluarga mereka di China daratan, sembari menyisipkan uang di surat tersebut. Surat ini dikenal sebagai qiaopi.

"Qiaopi" secara sederhana merupakan paket berisi surat dan uang yang dikirimkan oleh perantau Tionghoa kepada kerabat atau keluarganya di kampung halaman. Kiriman uang (qiaohui) bisa berupa perak maupun uang tunai (pikuan), dan dikirimkan bersamaan dengan surat (pixin) dalam satu amplop.

Pada situasi tertentu, misalnya untuk mengabarkan berita kematian, qiaopi bisa saja cuma berupa surat tanpa disertai uang. Dalam kasus itu, qiaopi disebut sebagai "baixin" atau surat tanpa uang. Namun bisa saja dalam beberapa kesempatan, baixin juga disertai uang.

3. KMT

Sejumlah adegan dalam Dear You berlatar semasa China dikuasai oleh KMT. KMT dalam konteks ini adalah singkatan dari Kuomintang, partai politik penguasa China daratan pada 1928 hingga 1949.

Cikal bakal KMT dimulai saat Sun Yat-sen mendirikan Xingzhonghui (Revive China Society) pada 1894 di Honolulu, sebelum akhirnya secara resmi direorganisasi menjadi Kuomintang pada 1919 di Shanghai.

KMT sempat berkongsi dengan Partai Komunis China pada 1923 membentuk First United Front, tapi kemudian keduanya mengalami permasalahan internal yang menyebabkan Perang Saudara China yang pecah pada Agustus 1927.

Lanjut ke sebelah..


HALAMAN: