Sabtu, 19 September 2026 - 19:27 WIB
Banjarmasin, VIVA – Basarnas bersama TNI Angkatan Laut mengerahkan 46 personel penyelam profesional untuk melanjutkan pencarian 126 korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang belum ditemukan di Laut Jawa, pada hari ketujuh operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Baca Juga
“Dari unsur Basarnas mengerahkan Basarnas Special Group (BSG) 20 personel, dan hari ini tambahan enam penyelam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), serta unsur penyelam TNI AL,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain unsur BSG dan POSSI, TNI AL juga mengerahkan 20 penyelam untuk mendukung operasi pencarian bawah air yang terdiri atas 10 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II, sehingga total kekuatan penyelam sebanyak 46 personel.
Baca Juga
Photo :
Putu mengatakan tambahan enam penyelam dari POSSI merupakan dukungan yang difasilitasi anggota DPRD untuk memperkuat operasi pencarian, sehingga Basarnas memiliki tambahan padukan dalam melaksanakan penyelaman di lokasi kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Baca Juga
“Kita berterima kasih sudah di-support, diberikan tambahan personel sehingga lebih banyak lagi tim penyelam,” ujarnya.
I Putu menjelaskan tambahan tim penyelam tersebut direncanakan bergerak menuju lokasi kecelakaan pada Sabtu sore, sehingga apabila perjalanan berlangsung sesuai rencana, penyelaman untuk melanjutkan pencarian korban dapat dilakukan pada Minggu pagi.
Hingga hari ketujuh operasi SAR, Sabtu, pukul 13.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 117 korban ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Sementara masih terdapat 126 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita sebelum ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. (Ant)
VIVA.co.id
19 September 2026