Jakarta (ANTARA) - Produk menstruasi sekali pakai memang praktis untuk digunakan, tetapi pemakaian yang terus-menerus dapat menghasilkan cukup banyak sampah.
Pilihan produk menstruasi kini sudah semakin beragam, termasuk produk yang dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan.
Beberapa diantaranya bisa dicuci dan digunakan kembali seperti menstrual cup, pembalut kain, pantyliner, dan celana dalam menstruasi.
Ada juga tampon organik yang masih sekali pakai tetapi terbuat dari bahan kapas yang mudah terurai sehingga aman untuk lingkungan.
Berikut adalah beberapa produk menstruasi ramah lingkungan yang bisa menjadi pilihan.
Menstrual cup
Menstrual cup menjadi salah satu pilihan produk menstruasi yang dapat digunakan berulang kali. Produk ini bekerja dengan menampung darah menstruasi. Satu cup-nya dapat digunakan hingga 12 jam sebelum dibersihkan lalu di pakai kembali.
WebMD menjelaskan bahwa produk ini umumnya terbuat dari silikon medis atau karet yang dapat dipakai hingga 10 tahun.
Dalam penggunaannya selama 10 tahun, satu menstrual cup diperkirakan hanya menghasilkan sekitar 0,4 persen sampah plastik dari pembalut sekali pakai dan 6 persen dari tampon.
Melansir dari situs The Guardian, penelitian berjudul “Menstrual Products: A Comparable Life Cycle Assessment” membandingkan dampak lingkungan dari berbagai produk menstruasi. Hasilnya, menstrual cup memiliki dampak lingkungan yang paling rendah diantara produk lainnya.
Penggunaan menstrual cup dalam jangka panjang dapat mengurangi jumlah limbah sampah.
Baca juga: 8 manfaat menstrual cup, dari hemat hingga ramah lingkungan
Pembalut dan pantyliner yang reusable
Pembalut dan pantyliner kain bisa dicuci setelah digunakan lalu dipakai kembali. Produk ini umumnya terbuat bahan yang ramah lingkungan seperti katun atau bambu yang lebih mudah terurai secara alami.
Menurut Clean Hub, beberapa produk ada yang menggunakan polyester di salah satu lapisan penyerapnya sehingga tetap mengandung bahan plastik. Meski begitu, penggunaannya yang berulang kali dapat membantu mengurangi jumlah sampah dibandingkan pembalut dan pantyliner sekali pakai.
Celana dalam menstruasi
Celana dalam menstruasi memiliki lapisan kain yang dapat menyerap darah menstruasi sehingga bisa digunakan tanpa pembalut atau tampon. Setelah dipakai, celana ini dapat dicuci dan digunakan kembali.
Produk ini memang tetap membutuhkan air dan listrik untuk dicuci. Namun, berdasarkan penjelasan beberapa referensi, penggunaan celana dalam menstruasi lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pembalut kain karena celana dalam tetap perlu dicuci meskipun sedang tidak menstruasi.
Tampon organik
Tampon berbahan organik tetap digunakan sekali pakai seperti tampon biasa. Bedanya, produk ini umumnya dibuat dari kapas organik yang ditanam tanpa pestisida dan pupuk sintesis. Bahan tersebut lebih mudah terurai sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah.
Tampon organik juga banyak dipilih karena umumnya bebas dari klorin, dioksin, rayon, dan bahan sintetis sehingga dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengurangi paparan bahan tertentu atau memiliki kulit yang sensitif.
Baca juga: 6 makanan dan minuman yang bisa memperparah gejala saat menstruasi
Baca juga: Kadar estrogen dan progesteron picu terjadinya diare saat menstruasi
Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.