Jakarta -
Sepeda motor dilarang melintas di jalan layang non-tol (JLNT). Ternyata ini empat alasan utamanya.
Rambu larangan motor melintas terpampang di jalan layang non-tol (JLNT) Antasari dan juga Casablanca. Meski demikian, kerap ditemukan pemotor yang menerobos jalan layang tersebut. Padahal, larangan motor melintas di JLNT itu bukan tanpa alasan. Dikutip laman Instagram NTMC Korlantas Polri, setidaknya ada empat alasan utama di balik larangan motor lewat jalan layang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, angin dari samping di atas jalan layang jauh lebih kencang dibandingkan jalanan di bawahnya. Bagi pemotor, angin ini bisa bikin keseimbangan mudah goyah sehingga bisa oleng seketika.
Kedua, jalan layang non-tol didesain tanpa bahu jalan. Desainnya pas untuk dua lajur kendaraan roda empat melintas. Bila terjadi senggolan atau motor mengalami mogok, tak ada ruang aman untuk menyelamatkan diri sehingga berisiko memicu tabrakan beruntun.
Ketiga, kontur JLNT itu memiliki elevasi yang tinggi. Bagi motor, khususnya jenis matic, rem mendadak di turunan curam saat angin kencang berpotensi membuat pengendara kehilangan kendali dan terjatuh.
Keempat, jika terjadi kecelakaan proses evakuasi tak bisa langsung segera dilakukan. Sebab, jalur JLNT sempit dan tinggi, maka ambulans juga butuh waktu lebih untuk bisa sampai ke lokasi.
Dari sisi keselamatan, motor yang melintas di JLNT memang membahayakan. Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan angin di jalan layang membuat motor mudah oleng.
"Memang ada beberapa flyover yang tidak diperbolehkan seperti di Casablanca. Kenapa? Karena dia di atas terus panjangnya hampir 1 kilometer lebih. Nah itu crosswind-nya besar, kemudian membuat motor gampang oleng," kata Sony beberapa waktu lalu.
Selain crosswind atau embusan angin samping, faktor yang juga membahayakan adalah cahaya yang menyilaukan. Sebab, di atas JLNT tidak terdapat tempat teduh. Belum lagi, di jalan layang biasanya terdapat mobil dengan kecepatan lebih tinggi.
"Kemudian sejauh itu (jarak tempuh) tidak ada penghijauan sehingga tingkat kesilauan buat pengendara itu tinggi," beber Sony.
(dry/rgr)