4,3 Juta Unit Mobil Listrik Tiba-Tiba Ditarik dari Pasar, Ada Apa?

calendar_today 24.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 4,3 juta unit mobil listrik di China mendadak ditarik (recall). Langkah ini diambil akibat kekhawatiran pintu kendaraan sulit dibuka dalam kondisi darurat.

Jutaan unit mobil listrik tersebut berasal dari Tesla dan delapan produsen otomotif lainnya. Proses perbaikan akan bervariasi, mulai dari pembaruan perangkat lunak (software) hingga penambahan label peringatan dan penandaan yang lebih jelas di sekitar gagang pintu, dikutip dari Reuters, Senin (24/8/2026).

Pihak Tesla tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi. Sementara itu, dua produsen otomotif lainnya, Geely dan Xpeng, menolak memberikan komentar.

Di sisi lain, Xiaomi menyatakan tidak memiliki informasi tambahan di luar pemberitahuan resmi dari regulator.

Leapmotor menegaskan komitmennya terhadap keselamatan konsumen. Pihaknya menyampaikan bahwa penanganan akan berfokus pada penambahan label peringatan serta pembaruan software pada kontrol jendela elektrik.

Penarikan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada pengguna, tegas pihak Leapmotor.

China diketahui kian memperketat pengawasan terhadap industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) mulai tahun ini, termasuk menerbitkan standar keselamatan yang lebih ketat.

Mulai tahun depan, pemerintah China bahkan bakal melarang penggunaan desain gagang pintu tersembunyi (flush door handles). Padahal, desain ini telah diadopsi oleh banyak produsen, termasuk Tesla dan sejumlah pabrikan lokal China.

Isi krusial terkait pintu yang gagal terbuka ini sempat diangkat oleh media pemerintah pada Oktober lalu. Kala itu, seorang pengemudi Xiaomi SU7 tewas akibat kecelakaan yang memicu kebakaran. Warga di sekitar lokasi kejadian tidak mampu menyelamatkan korban lantaran pintu kendaraan terkunci dan tidak bisa dibuka dari luar.

Tak hanya di China, masalah gagang pintu ini juga menjadi sorotan tajam di Amerika Serikat (AS). Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) kini tengah mengkaji standar keselamatan baru guna meminimalisasi risiko penumpang terjebak saat sistem kelistrikan mobil mati.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]