Jakarta -
Jepang terkenal dengan beberapa festival tradisional yang menarik disaksikan traveler. Salah satunya adalah Festival Kishiwada Danjiri yang meneruskan warisan tradisi yang ada selama lebih dari 300 tahun.
Mengutip News On Japan, Sabtu (3/10/2026), festival itu digelar di Kishiwada, Osaka, Jepang. Pada 2026, salah satu kawasan yang menjadi sorotan adalah Sakai-cho, sebuah distrik tua yang dipercaya berada di sekitar kawasan bekas kota benteng Kishiwada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danjiri merupakan kereta hias kayu berukuran besar yang ditarik ramai-ramai oleh pemuda. Dalam festival itu, para pemuda menarik danjiri melewati jalanan sempit Kota Kishiwada dengan kecepatan tinggi sehingga atraksi yang disuguhkan cukup menegangkan.
Salah satu bagian paling menantang berada di jalur berbentuk huruf S. Di tikungan tajam itu, danjiri harus diarak dengan berbelok tajam ke kanan, lalu ke kiri dengan cepat. Manuver tersebut dikenal sebagai Yarimawashi.
Para penarik di belakang tali harus kompak dengan orang-orang yang berada di atas danjiri. Hal ini penting agar kereta seberat 4 ton itu dapat berbelok dan menyelesaikan tikungan dengan mulus.
Persiapan festival dilakukan jauh sebelum acara dimulai. Sekitar 100 anggota bertugas sebagai penarik, musisi, dan staf pendukung.
Peserta festival itu merupakan kelompok pemuda Sakai-cho yang sebagian besar berusia sekitar 20 tahun. Bagi mereka, festival bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari proses meneruskan tradisi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tahun ini, para peserta muda untuk pertama kalinya mendapat kesempatan menjadi daikugata. Mereka berdiri dan menari di atas kendaraan hias yang melaju, sambil memperagakan gerakan khas saat danjiri ditarik dengan kecepatan tinggi.
Bagi para pemuda, menjadi daikugata merupakan sebuah kebanggaan. Mereka tumbuh dengan menyaksikan para senior menjalankan peran tersebut dan sejak lama bermimpi suatu hari bisa berdiri di atas atap danjiri.
Sakai-cho memiliki tim yang terdiri dari tujuh daikugata. Para pemuda mendapatkan kesempatan untuk terlibat. Mereka dapat membantu menarik danjiri serta mengambil beberapa peran penting yang biasanya dilakukan oleh peserta lebih tua.
Kesempatan ini menjadi bagian penting dalam regenerasi festival. Para peserta senior ingin anak-anak merasakan keseruan festival agar mereka tertarik kembali menjadi bagian dari kelompok di masa mendatang.
Dari Festival Kishiwada Danjiri, tradisi lokal di Jepang terus dipertahankan. Lebih dari tiga abad, festival ini bukan hanya mempertahankan atraksi tradisional Jepang, tetapi menjadi ruang bagi warga Kota Kishiwada menjalin hubungan antar generasi lewat budaya.
Traveler ingin melihat festival ini di Jepang? Festival Kishiwada Danjiri dapat disaksikan pada 10-11 Oktober 2026. Pada jadwal tersebut, acara berlangsung dengan skala sedikit lebih kecil.