3 Karya Kreatif Anak Muda yang Raih Penghargaan Youth Choice Award 2026

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA - Perkembangan industri kreatif Indonesia semakin memperlihatkan bagaimana anak muda memiliki cara yang beragam dalam menciptakan, menikmati, dan menyebarkan karya.

Kreativitas tidak lagi terpaku pada satu format, melainkan berkembang mengikuti budaya digital, kebiasaan mengonsumsi konten, serta munculnya berbagai bentuk ekspresi baru di media sosial. Gambaran tersebut terlihat dari tiga karya Flux Creative Universe (FCU) yang meraih penghargaan dalam Marketeers Youth Choice Award 2026 Season 2.

Ketiganya hadir dengan pendekatan kreatif yang berbeda, mulai dari mengolah fenomena kenaikan harga emas menjadi gagasan tentang pendidikan, mengembangkan konten berbasis kontribusi pengguna, hingga mengadaptasi format drama vertikal yang tengah populer di kalangan generasi muda.

Pada karya untuk BINUS University bertajuk Beasiswa Emas misalnya, fenomena kenaikan harga emas menjadi titik awal lahirnya gagasan bahwa pendidikan juga dapat dipandang sebagai bentuk investasi.

Ide tersebut kemudian berhasil mendapatkan penghargaan pada kategori Campus Digital Marketing Initiative. Sementara itu, Migelas UGC Campaign mengandalkan kreativitas pengguna melalui konten user generated content (UGC) yang tersebar di berbagai platform media sosial.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa audiens muda tidak hanya berperan sebagai penonton, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses penciptaan dan penyebaran sebuah karya.

Karya lainnya, Kredivo – Drama TikTok, mengambil inspirasi dari popularitas drama China atau “dracin” dan mengemasnya dalam format serial video vertikal. Salah satu videonya bahkan mencapai belasan juta penayangan.

Ketiga karya tersebut masing-masing meraih penghargaan dalam kategori yang berbeda. BINUS University – Beasiswa Emas memenangkan kategori Campus Digital Marketing Initiative, Migelas UGC Campaign meraih kategori UGC Campaign to Gen Z, sedangkan Kredivo – Drama TikTok mendapatkan penghargaan Video Series to Gen Z.

Bagi industri kreatif, keberagaman format tersebut menunjukkan semakin luasnya ruang bagi anak muda untuk bereksperimen. Sebuah ide dapat dikembangkan menjadi cerita pendek, serial video, konten yang melibatkan pengguna, maupun bentuk karya digital lainnya.

BACA JUGA:


CEO Flux Creative Universe, Yohanes Auri, mengatakan tiga penghargaan tersebut menjadi validasi atas pentingnya memahami bagaimana generasi baru mengonsumsi dan merespons kreativitas.

"Buat kami, kreativitas hari ini bukan hanya tentang membuat sesuatu yang terlihat bagus. Kreativitas harus bisa membuat orang berhenti, menonton, membicarakan, dan pada akhirnya memberikan impact kepada brand. Tiga campaign ini menggunakan cara yang sangat berbeda, tetapi punya satu kesamaan: semuanya berangkat dari bagaimana Gen Z berpikir dan mengonsumsi konten hari ini,” ujar Yohanes Auri.

Menurut Yohanes, keberhasilan tiga karya dengan karakter yang berbeda juga menggambarkan pentingnya membangun kemampuan kreatif yang tidak terbatas pada satu bentuk produksi.

"FCU sejak awal tidak ingin hanya menjadi sebuah agency. Kami membangun sebuah creative business ecosystem yang memiliki berbagai kapabilitas untuk menjawab perubahan industri. Karena hari ini sebuah ide bisa hidup sebagai campaign, UGC, entertainment, media, creator content, bahkan berkembang menjadi intellectual property. Itu yang ingin terus kami bangun di FCU,” lanjut Yohanes.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan perubahan posisi anak muda dalam ekosistem kreatif. Mereka bukan hanya menjadi sasaran konsumsi konten, tetapi turut menentukan format seperti apa yang menarik perhatian dan bagaimana sebuah cerita berkembang di ruang digital.

UGC, misalnya, membuka ruang bagi pengguna untuk menciptakan versi mereka sendiri dari sebuah gagasan. Sementara format video vertikal memungkinkan cerita disampaikan secara episodik dengan pola konsumsi yang lebih sesuai dengan kebiasaan menonton melalui perangkat seluler.

Di sisi lain, kemampuan mengolah fenomena yang sedang berkembang menjadi sebuah gagasan juga menjadi bagian penting dari kreativitas generasi muda. Ketika kenaikan harga emas dibaca dari sudut pandang yang berbeda, misalnya, sebuah fenomena ekonomi dapat berkembang menjadi ide tentang nilai pendidikan dan masa depan.

Marketeers Youth Choice Award sendiri berfokus pada pilihan dan preferensi Gen Z. Pada Youth Choice Award 2026 Season 2, survei melibatkan 2.233 responden Gen Z dari puluhan kampus di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, Serang, Bandung, Malang, Madura, Padang, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Lampung, dan Riau.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+