Batulicin (ANTARA) - Sebanyak 270 peserta didik atau siswa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Jalan Kodeco, Kecamatan Simpang Empat.
"Hari pertama diisi dengan orientasi lingkungan sekolah. Setelah mengikuti rangkaian awal tersebut, peserta didik langsung menempati lingkungan sekolah dan menjalani pola pendidikan berasrama," kata Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, di Batulicin, Senin.
Peserta didik juga menjalani screening kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak awal mengikuti pendidikan. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi lebih awal bagi peserta didik apabila ditemukan penyakit atau kondisi tertentu sehingga penanganannya dapat diberikan secara tepat.
Baca juga: 45 Paskibraka Tanah Bumbu siap jalankan tugas upacara HUT ke-81 RI
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan peserta membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka akan diarahkan untuk mendapatkan rujukan ke puskesmas.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu menampung 270 peserta didik yang terbagi dalam tiga jenjang, masing-masing 90 siswa sekolah dasar, 90 siswa sekolah menengah pertama, dan 90 siswa sekolah menengah atas.
Baca juga: Tanah Bumbu libatkan UMKM diperayaan HUT ke-81 RI
Peserta didik berasal dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu dan merupakan anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 dalam pemeringkatan sosial ekonomi.
Bupati melanjutkan, Sekolah Rakyat tersebut dibangun di lahan seluas 11 hectare dan keberadaannya merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Tanah Bumbu dalam jangka panjang.
"Kita harus memperkuat paradigma pembangunan, dari pembangunan yang bertumpu pada kekayaan sumber daya alam menuju pembangunan yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia," terang Bupati.
Menurutnya, pendidikan menjadi investasi strategis karena melalui pendidikan kemampuan berpikir, karakter, keterampilan, produktivitas, dan daya saing generasi penerus dapat dibangun.
Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui kesempatan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak dari keluarga rentan.
"Anak-anak dari keluarga rentan diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang secara optimal. Pada saat yang sama, dukungan tersebut diharapkan memberikan ruang kepada orang tua untuk lebih fokus dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat fondasi ekonomi keluarga," tambahnya.kata Bupati.
Baca juga: Polres Tanah Bumbu terbitkan SP3 laka maut tewaskan 5 mahasiswa
Ia juga mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu.
"Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyiapan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini," ucapnya.
Selain menjadi tempat pendidikan bagi peserta didik, kawasan Sekolah Rakyat juga dinilai memiliki potensi memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu akan mendorong agar aktivitas di kawasan tersebut dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
Kepada peserta didik, Bupati berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun masa depan.
"Hari ini merupakan awal dari perjalanan pendidikan kalian. Kalian semua adalah anak-anak yang istimewa. Saya berharap anak-anak sekalian dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ucap Bupati Andi Rudi Latif.
Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.