Minggu, 20 September 2026 - 22:57 WIB
Banjarmasin, VIVA – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin masih mencocokkan data 22 penumpang yang selamat dari kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8, tetapi tidak terdapat dalam data manifes kapal yang diperoleh dari Surabaya.
Baca Juga
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan berdasarkan data manifes yang diperoleh dari Surabaya, jumlah penumpang tercatat 243 orang. Namun, setelah pihaknya mendata 108 penumpang yang selamat, ditemukan 22 orang yang tidak terdapat dalam data manifes kapal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Data yang ada, sama data yang di manifes, itu ternyata ada 22 orang tidak ada di data manifes kapal yang ada itu. Jadi kita lagi coba mencocokkan,” kata Heri dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedelapan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam.
Baca Juga
Dia mengatakan pihaknya masih mencocokkan data tersebut untuk mengetahui apakah terdapat selisih tambahan dari jumlah 243 orang atau terjadi perbedaan pencatatan identitas penumpang antara data manifes kapal dengan data yang diperoleh dari penumpang selamat.
Ia menyebut salah satu kemungkinan yang masih dikonfirmasi ialah penumpang menggunakan nama panggilan saat tercatat dalam manifes, sementara ketika didata di Banjarmasin menggunakan nama sesuai kartu tanda penduduk (KTP).
Baca Juga
“Biasanya kan penumpang itu misalnya dia pakai namanya nama panggilan. Ternyata pada saat di sini namanya sesuai dengan KTP. Nah itu mungkin masih kita coba konfirmasi sama teman-teman nanti di Surabaya,” ujar Heri.
Hingga hari kedelapan operasi SAR, Minggu, pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 118 korban ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia, sementara masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita hingga akhirnya ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. (Ant)
VIVA.co.id
20 September 2026