Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan sebanyak 12 gudang Bulog di Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak akibat gempa bumi.
Namun, ia memastikan kerusakan hanya terjadi pada bagian dinding sehingga stok beras tetap aman.
Bulog memiliki sekitar 46 gudang di NTT dengan total kapasitas mencapai 50.400 ton. Rizal mengatakan pihaknya telah menugaskan Direktur SDM Bulog untuk segera melakukan perbaikan terhadap 12 gudang yang mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga kemarin rusak, sudah kami berangkatkan Direktur SDM untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan kepada sekitar 12 gudang kami yang mengalami kerusakan, khususnya dinding-dindingnya," ujar Rizal di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Minggu (23/8) dikutip dari detikfinance.
Ia mengatakan sejumlah gudang di NTT rusak cukup parah, terutama di wilayah Ruteng. Kondisi tersebut membuat kapasitas penyimpanan di gudang terdampak menurun.
Untuk menjaga keamanan stok beras, Bulog memindahkan beras dari gudang yang rusak ke tenda milik BNPB dan TNI. Beras tersebut juga ditempatkan di atas palet untuk mencegah kerusakan akibat air.
"Karena kondisinya sudah jebol dindingnya, oleh karena itu kami geser supaya tidak rusak berasnya, kena air dan lain sebagainya. Kita masukkan tenda, pinjam tenda BNPB dan tendanya TNI untuk kita tempatkan beras tersebut di dalam tenda. Namun, kita kasih palet bawahnya supaya tidak kena air dan lain sebagainya," jelasnya.
Rizal juga telah menugaskan kepala cabang Bulog di Ruteng untuk segera menyalurkan beras yang dipindahkan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia memastikan ketersediaan beras di wilayah NTT tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana maupun kebutuhan ke depan.
Saat ini, stok beras Bulog yang tersebar di NTT mencapai 26.336 ton. Jumlah tersebut akan diperkuat melalui mobilisasi nasional (mobnas) sebanyak 67.446 ton dari sejumlah wilayah.
Rinciannya, sebanyak 3.000 ton berasal dari Jakarta, 20.646 ton dari Jawa Timur, 8.550 ton dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta 35.250 ton dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan tambahan tersebut, total stok beras Bulog di NTT diproyeksikan mencapai 93.782 ton.
"Nah, stok beras di NTT yang seperti kami jelaskan tadi adalah 26.336 ton dan mobnas yang kami dorong dari beberapa provinsi adalah 67.446 ton. Sehingga stok kami ke depan di NTT adalah 93.782 ton," ungkap Rizal.
Bulog memperkirakan kebutuhan beras di NTT mencapai sekitar 46.368 ton. Kebutuhan tersebut mencakup bantuan untuk bencana alam sebesar 1.890 ton.
Bulog juga menyiapkan stok untuk mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali, dengan kebutuhan sekitar 18.900 ton.
Selain itu, Bulog menyiapkan beras untuk program bantuan pangan Presiden selama tiga bulan. Alokasi bantuan mencapai 10 kilogram beras per bulan bagi 852.631 penerima, sehingga total kebutuhannya mencapai 25.578 ton.
Dengan total kebutuhan tersebut, Bulog memperkirakan masih memiliki cadangan sekitar 47.414 ton di NTT.
"Oleh karena itu, stok pasti mencukupi untuk kebutuhan di NTT, yaitu 93.782 ton dikurang dengan kebutuhan tadi yang ada, baik dari kebutuhan bencana alam sampai dengan bantuan pangan 46.368 ton, sehingga masih ada stok sisa sekitar 47.414 ton," kata Rizal.
[Gambas:Video CNN]
(lau/pta)