Jakarta -
Bagi orang dengan diabetes, cek gula darah mungkin sudah jadi makanan sehari-hari. Tetapi, bagi yang merasa sehat-sehat saja, mungkin tidak pernah terpikir untuk melakukannya.
Padahal, mengetahui tanda-tanda gula darah tinggi atau hiperglikemia sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal.
"Gula darah tinggi berarti ada terlalu banyak glukosa yang menumpuk di aliran darah," jelas dr Lisa Shah, MD, seorang pakar kesehatan metabolik, dikutip dari Prevention.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini biasanya terjadi karena tubuh kekurangan insulin atau tidak bisa menggunakan insulin secara efektif. Bahkan pada orang yang belum terdiagnosis diabetes sekalipun.
Masalahnya, gejala awal gula darah tinggi sering kali muncul secara perlahan dan samar. Banyak orang baru sadar setelah kondisinya memburuk.
Berikut 11 gejala gula darah tinggi yang jarang disadari dan bisa memburuk jika terus diabaikan:
Jika sering bolak-balik untuk buang air kecil, bisa jadi itu tanda tubuh sedang berusaha membuang kelebihan gula.
"Ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring gula. Karena tidak bisa membuang gula dalam bentuk padat, ginjal akan menarik air dari tubuh sehingga memicu buang air kecil berlebihan," kata dokter spesialis endokrin, dr Akhil Shenoy, MD.
Akibat sering buang air kecil, tubuh otomatis akan mengirimkan sinyal ke otak untuk terus minum air. Efeknya, akan merasa haus yang luar biasa, mulut terasa kering, dan muncul gejala dehidrasi.
Saat gula menumpuk di darah dan tidak masuk ke sel tubuh, Anda akan kehilangan sumber energi utama. Akibatnya, tubuh rasanya loyo, lesu, sulit konsentrasi, hingga mengalami kabut otak atau brain fog.
Sel-sel tubuh dapat 'kelaparan' akibat tidak mendapat asupan gula. Hal ini dilakukan agar tubuh akan masuk ke mode bertahan hidup.
Ini memicu rasa lapar terus-menerus meski baru saja selesai makan.
Anehnya, meski nafsu makan meningkat, berat badan justru bisa merosot cepat. Hal ini terjadi karena tubuh terpaksa membakar cadangan lemak dan otot untuk dijadikan energi alternatif, akibat tidak bisa mengolah glukosa.
Kondisi dehidrasi akibat gula darah tinggi juga bisa berdampak langsung pada area mata. Cairan di sekitar retina bisa menyusut dan membuat pandangan menjadi buram secara mendadak.
Jika dibiarkan bertahun-tahun, pembuluh darah mata bisa rusak permanen.
Kadar gula darah yang tinggi kronis diketahui dapat merusak fungsi sistem kekebalan tubuh. Efeknya, tubuh jadi lebih rentan terserang infeksi dan butuh waktu lebih lama untuk bisa sembuh.
Akibat daya tahan tubuh yang melemah dan sirkulasi darah yang memburuk, luka kecil, lecet, atau memar di kulit akan menjadi sangat sulit untuk kering dan pulih seperti sebelumnya.
Hati-hati jika napas tiba-tiba berbau seperti buah atau aroma logam. Ini adalah tanda bahaya dari Ketoasidosis Diabetik (DKA), kondisi darurat medis saat tubuh memproduksi zat keton beracun akibat membakar lemak secara berlebihan.
Jika rasa lelah sudah berubah menjadi kebingungan yang parah, disorientasi, hingga mengigau, segera pergi ke instalasi gawat darurat (IGD). Perubahan status mental ini menandakan komplikasi fatal yang mengancam nyawa.
Kram perut yang disertai mual dan muntah juga menjadi alarm kuat bahwa zat keton sudah menumpuk di saluran pencernaan akibat komplikasi DKA.
Halaman 2 dari 2
(sao/naf)