Jakarta -
Liburan sendirian ke luar negeri atau solo traveling memang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, tidak semua negara memiliki kondisi yang aman untuk dikunjungi, Bunda.
Hal ini karena sejumlah wilayah masih menghadapi ketidakstabilan politik, gempa bumi, hingga tingginya angka kriminalitas. Risiko perjalanan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, kerusuhan sipil, kondisi layanan kesehatan, hingga potensi bencana alam.
Untuk itu, sejumlah lembaga pemerintah menetapkan tingkat risiko perjalanan untuk membantu wisatawan mempertimbangkan keamanan destinasi. Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar paling berisiko untuk liburan sendirian? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Travel and Leisure, Venezuela menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan liburan paling berisiko bagi pelancong solo, menurut laporan terbaru perusahaan asuransi perjalanan Square Mouth yang dirilis pada 30 Juni 2026. Negara di Amerika Selatan itu mencetak indeks risiko 9,74 dari 10 dengan kurang dari 10 persen penduduk di sana melaporkan merasa aman berjalan sendirian di malam hari.
"Tantangan keselamatan ini, dikombinasikan dengan akses perawatan kesehatan yang terbatas dan kendala infrastruktur, berkontribusi pada peningkatan tingkat risiko bagi pelancong solo," kata laporan tersebut.
Venezuela saat ini diklasifikasikan dalam Travel Advisory Level 3 oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), merekomendasikan warga negara AS untuk "mempertimbangkan kembali perjalanan" di sana "karena risiko kejahatan, penculikan, terorisme, dan infrastruktur kesehatan yang buruk dan bencana alam."
Pada 24 Juni 2026, Venezuela dilanda serangkaian gempa bumi dahsyat. Sejak itu, jumlah korban tewas telah meningkat. Departemen Luar Negeri AS mencatat gempa bumi telah "menyebabkan kerusakan yang luas dan gangguan pada transportasi, infrastruktur, dan layanan darurat."
Setelah Venezuela, Peru menduduki peringkat kedua sebagai negara tujuan liburan paling berisiko bagi pelancong solo dengan skor 8,87 dari 10. Laporan itu mencatat kurang dari 25 persen penduduk merasa aman berjalan sendirian di malam hari di sana, dengan hampir 60 persen menyatakan "kekhawatiran tentang diserang."
Negara Gabon berada di peringkat ketiga dalam daftar, diikuti oleh Kolombia di tempat keempat, dan Bolivia di tempat kelima. Sementara itu, dalam membuat laporan ini, Square Mouth menganalisis kejahatan, akses perawatan kesehatan, kualitas infrastruktur, akses internet, dan lainnya untuk 113 negara yang berbeda, masing-masing diberi peringkat dengan skor risiko tertinggi.
Ini adalah daftar lengkap dari 10 tujuan paling berisiko untuk pelancong solo, dan skor risiko mereka dari 10.
Menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 07.34 waktu setempat, Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) juga mengimbau WNI untuk tidak bepergian ke negara tersebut.
"Bagi WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Kolombia dalam waktu dekat, disarankan untuk menunda perjalanan hingga situasi dinyatakan kondusif oleh otoritas setempat, mengingat masih adanya potensi gempa susulan dan gangguan operasional transportasi udara di beberapa bandara," tulis Kemenlu RI mengutip situs web safetravel.kemlu.go.id.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(asa/som)