Jakarta (ANTARA) - Pola makan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan ginjal, terutama bagi pengidap penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD).
Dokter dan ahli gizi menekankan bahwa tidak semua makanan aman dikonsumsi karena beberapa di antaranya mengandung natrium, kalium, fosfor, atau protein dalam jumlah tinggi yang dapat memperberat kerja ginjal.
Lembaga kesehatan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) serta National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa pembatasan makanan bagi penderita penyakit ginjal harus disesuaikan dengan stadium penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, dan anjuran dokter atau ahli gizi.
Meski demikian, terdapat sejumlah jenis makanan yang umumnya perlu dibatasi atau dihindari. Berikut penjelasannya.
10 makanan yang sebaiknya dibatasi pengidap penyakit ginjal
1. Makanan tinggi garam (natrium)
Makanan seperti keripik, makanan cepat saji, mi instan, makanan kaleng, dan camilan asin mengandung natrium tinggi. Asupan garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan penumpukan cairan sehingga memperberat kerja ginjal.
Baca juga: Dehidrasi hingga hipertensi jadi faktor pencetus gagal ginjal
2. Daging olahan
Sosis, nugget, ham, kornet, dan daging asap umumnya mengandung natrium serta bahan pengawet yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko komplikasi pada penderita penyakit ginjal.
3. Minuman bersoda, terutama soda berwarna gelap
Sebagian minuman bersoda mengandung tambahan fosfat yang mudah diserap tubuh. Pada penderita penyakit ginjal, kadar fosfor yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan tulang dan pembuluh darah.
4. Makanan tinggi fosfor
Keju, susu tinggi fosfor, jeroan, serta berbagai makanan olahan yang mengandung tambahan fosfat perlu dibatasi bila kadar fosfor dalam darah meningkat. Penumpukan fosfor dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan memicu gangguan mineral tubuh.
5. Pisang
Pisang dikenal kaya kalium. Pada pasien dengan kadar kalium tinggi atau penyakit ginjal stadium lanjut, konsumsi pisang biasanya perlu dibatasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
6. Kentang
Kentang juga mengandung kalium cukup tinggi. Bila tetap ingin mengonsumsinya, beberapa metode pengolahan seperti merebus dan merendam dapat membantu mengurangi kandungan kalium, meski tidak menghilangkannya sepenuhnya.
Baca juga: Kebiasaan-kebiasaan yang bisa bantu turunkan risiko gangguan ginjal
7. Tomat dan produk olahannya
Tomat, saus tomat, maupun pasta tomat memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi sehingga perlu dibatasi pada pasien dengan hiperkalemia atau penurunan fungsi ginjal tertentu.
8. Alpukat
Meski bergizi, alpukat mengandung kalium dalam jumlah tinggi. Karena itu, pasien penyakit ginjal yang harus membatasi kalium sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya secara rutin.
9. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Beberapa jenis kacang dan biji-bijian mengandung fosfor serta kalium yang tinggi. Pada sebagian pasien penyakit ginjal, porsinya perlu disesuaikan agar kadar mineral tetap terkendali.
10. Protein berlebihan
Daging merah, ayam, ikan, maupun sumber protein lainnya tetap dibutuhkan tubuh. Namun, pada sebagian penderita penyakit ginjal yang belum menjalani dialisis, konsumsi protein berlebihan dapat meningkatkan produksi limbah metabolisme sehingga membebani ginjal. Jumlah protein sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter atau ahli gizi.
Selain menghindari makanan tertentu, penderita penyakit ginjal juga dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan segar, membatasi makanan olahan, serta memeriksa kandungan natrium, kalium, dan fosfor pada label kemasan. Pengaturan cairan harian juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Ahli menegaskan bahwa tidak semua penderita penyakit ginjal memiliki pantangan yang sama. Pembatasan kalium, fosfor, maupun protein bergantung pada stadium penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, serta terapi yang dijalani. Oleh karena itu, perubahan pola makan sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter dan ahli gizi agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa memperburuk fungsi ginjal.
Baca juga: UMW edukasi siswa di Kendari jaga kesehatan ginjal sejak dini
Baca juga: Sejumlah faktor hingga tanda yang picu batu ginjal
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.