10 Jenis Kebaya Indonesia Beserta Ciri Khas dan Daerah Asalnya

calendar_today 24.07.2026 - person  - timer ~

AKURAT.CO Hari Kebaya Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan bagian dari identitas budaya Indonesia yang terus dilestarikan. Di berbagai daerah, kebaya berkembang dengan model dan karakteristik yang berbeda sesuai adat, sejarah, dan budaya setempat.

Keberagaman tersebut melahirkan banyak jenis kebaya yang masih dikenakan hingga kini, baik dalam acara adat maupun kegiatan resmi. Berikut 10 jenis kebaya Indonesia beserta ciri khas dan daerah asalnya.

Baca Juga: Batas Akhir Pengisian Sulingjar 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Resmi Kemendikdasmen

1. Kebaya Kartini

Kebaya Kartini merupakan salah satu jenis kebaya yang paling dikenal di Indonesia. Busana ini identik dengan sosok Raden Ajeng Kartini dan sering dikenakan saat peringatan Hari Kartini maupun acara resmi.

Ciri khas kebaya Kartini adalah potongannya yang sederhana dengan kerah berbentuk huruf V, lengan panjang, serta dipadukan dengan kain batik atau jarik. Warna yang digunakan umumnya lembut sehingga memberikan kesan anggun dan elegan.

Daerah asal: Jawa Tengah.

2. Kebaya Kutubaru

Kebaya Kutubaru memiliki ciri khas berupa tambahan kain yang menghubungkan sisi kanan dan kiri bagian depan, yang dikenal sebagai bef atau kutubaru.

Model ini memberikan siluet tubuh yang lebih tegas sehingga banyak digunakan dalam acara adat maupun pernikahan. Kebaya Kutubaru juga menjadi salah satu model klasik yang masih diminati hingga sekarang.

Daerah asal: Yogyakarta dan Jawa Tengah.

3. Kebaya Encim

Kebaya Encim merupakan hasil akulturasi budaya Indonesia dan Tionghoa. Kebaya ini memiliki warna yang cerah dengan hiasan bordir bunga yang khas.

Potongannya cenderung lebih panjang dibanding kebaya lainnya sehingga memberikan kesan anggun. Kebaya Encim banyak dikenakan oleh masyarakat Betawi dan keturunan Tionghoa di Indonesia.

Daerah asal: Betawi, Jakarta.

4. Kebaya Bali

Kebaya Bali mudah dikenali dari penggunaan selendang atau obi yang diikat pada bagian pinggang.

Model kebaya ini umumnya memiliki warna-warna cerah dengan motif renda atau brokat. Kebaya Bali sering dikenakan saat upacara keagamaan, pernikahan, dan kegiatan adat di Pulau Dewata.

Daerah asal: Bali.

Baca Juga: Cara Mengatasi Gagal Login Sulingjar 2026 untuk Guru dan Kepala Sekolah

5. Kebaya Sunda

Kebaya Sunda memiliki potongan yang sederhana dengan kerah berbentuk huruf U atau V. Bagian bawahnya biasanya dipadukan dengan kain batik bermotif khas Jawa Barat.

Modelnya yang anggun membuat kebaya ini banyak dipilih sebagai busana pengantin adat Sunda maupun pakaian resmi.

Daerah asal: Jawa Barat.

6. Kebaya Jawa

Kebaya Jawa memiliki desain klasik dengan potongan yang pas di badan dan umumnya menggunakan bahan beludru, katun, atau brokat.

Busana ini sering dipadukan dengan kain batik, sanggul, serta aksesori tradisional sehingga mencerminkan kesan anggun dan berwibawa.

Daerah asal: Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

7. Kebaya Rancongan

Kebaya Rancongan dikenal sebagai busana adat perempuan Madura. Potongannya mengikuti bentuk tubuh dengan warna-warna mencolok seperti merah, hijau, atau kuning.

Busana ini biasanya dipadukan dengan kain batik Madura yang memiliki motif dan warna khas.

Daerah asal: Madura, Jawa Timur.

8. Kebaya Basiba

Kebaya Basiba merupakan pakaian adat perempuan Minangkabau yang mencerminkan nilai kesopanan dan budaya masyarakat Sumatera Barat.

Ciri khasnya adalah potongan yang longgar dengan lengan panjang sehingga menutup tubuh secara lebih sempurna.

Daerah asal: Sumatera Barat.

9. Kebaya Labuh

Kebaya Labuh memiliki ukuran yang lebih panjang hingga melewati pinggul. Model ini banyak dipengaruhi budaya Melayu sehingga memberikan kesan anggun dan sopan.

Kebaya Labuh biasanya dikenakan pada acara adat, pernikahan, maupun kegiatan resmi.

Daerah asal: Kepulauan Riau dan wilayah budaya Melayu.