Jakarta -
Hari Kemerdekaan 17 Agustus menjadi momen yang dinanti oleh warga Indonesia. Salah satu kegiatan yang jadi tren adalah upacara di puncak gunung.
Gunung-gunung Indonesia biasanya akan jadi tempat upacara paling favorit di Hari Kemerdekaan. Momen penting ini semakin syahdu dengan pemandangan sunrise dari puncak gunung.
Tersebar di seluruh Indonesia, inilah 10 gunung untuk merayakan Hari Kemerdekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula Foto: Muhammad Rinandar/Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0
Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565mdpl. Terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, gunung ini sangat ramah bagi pendaki pemula karena jalurnya yang relatif pendek, sekitar 2-3 jam pendakian.
Puncak Gunung Prau berupa bukit sabana luas yang sering disebut "Bukit Teletubbies". Dari titik ini, Anda bisa menyaksikan salah satu panorama golden sunrise terbaik di Asia Tenggara dengan latar belakang siluet megah Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu yang berjejer rapi.
Momen para pendaki padati Puncak Alap-alap Gunung Andong, Magelang, Foto: Eko Susanto/detikJateng
Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjulang setinggi 1.726 mdpl atau Meter di atas permukaan laut. Bentang alam ini memiliki jalur yang cenderung landai, waktu tempuh tidak terlalu lama dan aman bagi pendaki pemula.
Pemandangan Gunung Andong yang seperti di surga menyebabkan spot wisata ini tak pernah seperti pengunjung. Apalagi saat weekend atau hari libur Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Keunikan utamanya adalah pemandangan 5 gunung sekaligus dari puncaknya, yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Ungaran.
Gunung Merbabu Foto: Jarmaji/detikJateng
Gunung Merbabu adalah salah satu gunung api aktif. Terletak di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Semarang, gunung ini memiliki keunikan dari hamparan sabananya yang terkenal sebagai 'Karpet Hijau' di ketinggian 3.142 mdpl.
Sabana Merbabu menawarkan pemandangan padang rumput hijau yang membentang seolah tak berujung, diselingi pohon-pohon edelweis dan bukit-bukit kecil. Pemandangan ini sangat kontras dengan gunung-gunung lain di Jawa yang mungkin didominasi hutan lebat.
Sabana di Merbabu, seperti Sabana 1, Sabana 2, dan terutama di Pos Helipad (Puncak Kenteng Songo), seringkali menjadi spot favorit para pendaki untuk beristirahat dan berfoto. Saat musim kemarau, rumput-rumput ini akan mengering dan menguning, menciptakan nuansa Afrika yang eksotis. Merbabu menjadi gunung yang sangat ramah bagi pendaki pemula maupun profesional yang ingin menikmati pemandangan terbuka dan camping di bawah bintang-bintang.
Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu. Foto: Gema Bayu Samudra/d'traveler
Disebut sebagai kembaran Gunung Sumbing, Sindoro adalah gunung api yang masih aktif. Terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, keunikan Sindoro terletak pada kawahnya yang masih aktif dan mengeluarkan belerang. Ini menciptakan efek magis dan dramatis bagi pendaki di ketinggian 3.153 mdpl.
Pendakian Sindoro cukup menantang, membutuhkan fisik yang prima. Namun, lelah akan terbayar lunas dengan pemandangan dari puncak yang luar biasa, meliputi hamparan awan, gunung-gunung lain di sekitarnya, serta kota-kota di bawahnya. Di beberapa jalur pendakian, Anda juga akan menemukan padang edelweis yang cantik, bunga abadi khas pegunungan.
Suasana Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Beralih ke Pulau Lombok, Gunung Rinjani memegang predikat sebagai salah satu gunung dengan lanskap terindah di Indonesia, bahkan dunia. Pendakian ke Rinjani membutuhkan fisik yang prima karena medannya yang panjang dan bervariasi, mulai dari sabana terik hingga jalur pasir yang terjal menjelang puncak. Ketinggian Gunung Rinjani mencapai 3.726 mdpl, oleh sebab itu cocok untuk pendaki berpengalaman.
Sebuah danau kaldera raksasa berwarna biru langit yang berada di ketinggian 2.000 mdpl.
Gunung berapi aktif skala kecil yang tumbuh eksotis di tengah-tengah Danau Segara Anak.
Spot berkemah terbaik untuk menikmati pemandangan di atas awan yang dramatis.
Gunung Papandayan Foto: shutterstock
Gunung yang berada di Garut, Jawa Barat ini menjulang setinggi 2.665 mdpl. Via jalur Cisurupan punya medan yang tidak terlalu sulit, jadi tergolong aman untuk pendaki pemula.
Sambil menyusuri Gunung Papandayan, traveler akan terkesima dengan keelokan panorama. Bakal ditemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, sampai kawah dan pepohonan hijau.
Pagi yg syahdu di kampung pendaki Foto: detik
Bagi masyarakat di bagian barat pulau Jawa, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah tempat pelarian favorit dari penatnya kota. Gunung Gede memiliki ketinggian 2.958 mdpl, dengan ekosistem hutan hujan tropis yang masih sangat terjaga dan kaya akan keanekaragaman hayati.
Sebuah padang sabana seluas 50 hektare yang dipenuhi oleh hamparan bunga Edelweiss (bunga abadi). Berkemah di sini memberikan sensasi kedamaian yang luar biasa.
Jalur pendakian via Cibodas akan membawa Anda melewati tebing kawah panas yang mengeluarkan asap belerang, lengkap dengan sumber air panas alami di tengah jalur.
Gunung Sumbing. Foto: Endah both/Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0
Kembaran Gunung Sindoro ini memiliki ketinggian 3.371 mdpl, menjadikannya tertinggi ketiga di Pulau Jawa. Puncak Gunung Sumbing menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler, lautan awan, dan langit penuh bintang saat malam hari.
Keunikannya adalah memiliki dua kawah (kawah mati dan kawah aktif) di puncaknya, meskipun kawah aktifnya tidak selalu terlihat jelas. Sumbing juga dikenal dengan vegetasi hutan tropisnya yang masih sangat alami, dengan keragaman flora dan fauna yang kaya.
Pendaki di Puncak Indrapura, Gunung Kerinci. Foto: Istimewa
Gunung Kerinci di Jambi masuk dalam gunung-gunung tertinggi Indonesia dengan ketinggian 3.805 mdpl. Gunung ini menjadi tujuan favorit para pendaki karena menawarkan jalur menantang serta panorama alam yang luar biasa.
Berada di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci dengan waktu tempuh selama 10-12 jam. Sunrise dari puncak, lautan awan, dan pengalaman mendaki yang menantang.
Kawah Ijen Foto: Chuk Shatu Widarsha
Terdapat di Jawa Timur, Gunung Kawah Ijen menawarkan fenomena alam langka yang mendunia. Jalur pendakiannya berupa tanah berpasir yang cukup lebar dan menanjak konstan, dengan waktu tempuh sekitar 2 hingga 3 jam saja. Memiliki ketinggian 2.443 mdpl, cocok untuk pendaki pemula.
Pancaran api berwarna biru elektrik akibat reaksi gas belerang yang hanya bisa dilihat pada dini hari sebelum matahari terbit. Fenomena ini kabarnya hanya ada dua di dunia (satu lagi di Islandia).
Danau kawah bersifat paling asam di dunia dengan warna hijau toska yang memukau saat terpapar sinar matahari pagi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: 7 Destinasi Saksi Bisu Kemerdekaan RI"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/wsw)