10 Fakta Letusan Dahsyat Krakatau yang Hebohkan Dunia

calendar_today 06.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 merupakan salah satu bencana paling mematikan. Peristiwa ini diperkirakan menewaskan lebih dari 36.000 jiwa sampai menurunkan suhu di belahan Bumi utara.

Berikut 10 fakta mengenai letusan tersebut, dikutip detikINET dari History Hit:

1. 1883 bukan pertama kali Krakatau meletus

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krakatau tertidur lebih dari 200 tahun ketika meletus tahun 1883. Namun gunung ini sudah dikenal sebagai 'Gunung Api' oleh masyarakat Jawa selama berabad-abad. Beberapa ahli berhipotesis gunung ini pernah meletus dahsyat abad ke-6, yang berakibat pada perubahan iklim global.

Tahun 1680, pelaut Belanda melaporkan melihat Krakatau meletus dan memunguti bongkahan besar batu apung. Bukti aliran lava dari masa ini kemudian ditemukan pada abad ke-19.

2. Erupsi beberapa bulan

Krakatau adalah pulau vulkanik di Selat Sunda dan bagian dari Cincin Api. Mei 1883, Krakatau menyemburkan abu dan uap hingga ketinggian 6 km, serta menghasilkan ledakan sangat keras hingga terdengar dari jarak hampir sekitar 160 km.

Bulan Juni, letusan lanjutan menghasilkan abu cukup banyak untuk menciptakan awan hitam pekat yang menggantung di atas gunung selama beberapa hari. Pasang surut air laut mulai berubah dan kapal-kapal melaporkan adanya batu apung di lautan.

Puncak letusan atau fase utamanya dimulai 25 Agustus dan berakhir 27 Agustus. Sekitar 36.000 orang tewas dalam kurun waktu tersebut.

3. Jasa Rogier Verbeek

Verbeek adalah ahli geologi Belanda yang tinggal di Jawa dan melakukan penelitian tentang geologi kawasan tersebut tahun-tahun sebelumnya. Setelah letusan tahun 1883, ia melakukan perjalanan ke daerah terdampak, mengumpulkan kesaksian dari saksi mata, dan mengamati langsung kehancuran.

Laporannya setebal 550 halaman diterbitkan pemerintah Hindia Belanda tahun 1885. Data dan studi di dalamnya turut memicu lahirnya ilmu vulkanologi modern.

4. Menghasilkan suara keras

Fase puncak Krakatau menghasilkan suara terkeras dalam sejarah yang pernah tercatat. Pukul 10:02 pagi 27 Agustus, pada tahap akhir erupsinya, ledakan mengguncang gunung berapi dan area sekitarnya.

Suaranya terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya di Australia Barat dan Mauritius. Gelombang suara yang dihasilkannya mengelilingi dunia 7 kali dalam 5 hari berikutnya.

5. Muncul tsunami

Ketika Krakatau meletus, menyemburkan abu dan batu apung ke laut dalam bentuk awan panas, peristiwa itu memicu tsunami 40 meter dan menghancurkan hingga 300 desa di sepanjang Selat Sunda. Gelombang dari tsunami mengguncang kapal hingga sejauh Afrika Selatan.

Salah satu kisah ajaib adalah selamatnya kapal Gouverneur Generaal Loudon, yang berlayar menuju Teluk Betung. Bukannya berusaha mencari pelabuhan ketika letusan dan tsunami menerjang, sang kapten Johan Lindemann, mengarahkan kapal untuk menabrak gelombang tsunami. Keputusannya menyelamatkan nyawa penumpang dan awak.

6. Awan panas mematikan

Aliran awan panas (piroklastik) adalah aliran pekat yang terdiri dari batu apung, abu vulkanik, gas panas, dan lava yang baru membeku. Aliran ini meluncur deras menuruni lereng gunung berapi.

Meski Krakatau sebuah pulau, awan panas bergerak melintasi lautan dengan menunggangi uap sangat panas, menghantam pulau di sekitarnya dan garis pantai dengan kekuatan luar biasa. Diperkirakan sekitar 4.000 orang tewas akibat terjangan awan panas ini, yang menyapu daratan hingga sejauh beberapa kilometer.

7. Berdampak ke seluruh dunia

Krakatau memuntahkan jutaan meter kubik gas dan abu ke atmosfer, menciptakan selubung awan yang membuat suhu rata-rata menurun pada tahun berikutnya. Peristiwa ini juga menyebabkan peningkatan curah hujan di beberapa bagian dunia, serta menyuguhkan pemandangan Matahari terbenam merah menyala.

Letusan KrakatauLetusan Krakatau dalam lukisan. Foto: Wikipedia

Bahkan ada hipotesis latar belakang jingga lukisan terkenal karya Edvard Munch, The Scream, terinspirasi dari pemandangan langit pasca-letusan Krakatau yang terlihat di seluruh dunia. Mayat-mayat terdampar di pantai-pantai di Indonesia, India, dan Afrika selama berbulan-bulan pasca letusan.

8. Pulau Krakatau hampir hancur seluruhnya

Letusan dahsyat ini menghancurkan hampir seluruh Pulau Krakatau dan beberapa pulau di kepulauan sekitarnya. Gunung berapi Krakatau sendiri runtuh dan membentuk kaldera, cekungan besar yang terbentuk setelah dapur magma kosong.

Anak Krakatau, sebuah pulau baru, muncul dari kaldera tersebut tahun 1927 dan tumbuh perlahan. Runtuhan bagian gunung di bawah laut sempat memicu tsunami mematikan tahun 2018.

9. Sebagian zona bencana jadi taman nasional

Sebagian besar barat Pulau Jawa hancur akibat letusan Krakatau, dihantam tsunami, tertutup abu, dan menelan banyak korban jiwa. Karena ditinggalkan, banyak kawasan dataran rendah di sekitarnya kembali jadi alam liar, di mana flora dan fauna berkembang pesat. Cagar Alam Ujung Kulon resmi didirikan tahun 1957 dan saat ini mencakup area 1.206 km persegi.

10. Mungkin bukan letusan terakhir

Banyak ahli vulkanologi khawatir Krakatau masih jauh dari tidur panjang. Meskipun gunung berapi yang lama sudah tiada, Anak Krakatau tetap mengancam.

Dekatnya rumah-rumah dan desa-desa dengan garis pantai, ditambah dengan sistem peringatan dini tsunami yang kurang memadai, membuat banyak komunitas menjadi sangat rentan jika letusan kembali terjadi.

(fyk/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA