Kabupaten Bogor (ANTARA) - SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) di Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerbitkan dua buku karya siswa kelas XI yang dikembangkan dari tugas pembelajaran melalui proses penulisan hingga penyuntingan selama sekitar sembilan bulan.
Kepala SMA Kemala Bhayangkara Hendri Adi di Bogor, Minggu, mengatakan dua buku tersebut diluncurkan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa sekaligus mendorong keberanian siswa menuangkan pengalaman dan pemikirannya melalui tulisan.
“Halangan utama orang untuk merefleksikan apa yang dipikirkan dalam bentuk tulisan adalah memulai. Anak-anak ini berhasil melampaui itu dan hari ini kami disajikan dua buku karya pertama mereka,” kata Hendri.
Dua buku tersebut yakni Echoes of Heritage yang berisi kumpulan kolom atau opini siswa serta Suara Dari Masa Depan berupa antologi karya sastra.
Menurut Hendri, Echoes of Heritage berawal dari penugasan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Para siswa diminta merefleksikan pengalaman ketika berinteraksi dengan budaya, kemudian mengembangkannya menjadi tulisan berbentuk opini.
Program tersebut kemudian dikembangkan agar tulisan siswa tidak berhenti sebagai tugas pembelajaran, tetapi menjadi karya yang dapat dibaca masyarakat.
“Tidak hanya sekadar mempersiapkan dan menuangkan ide, tetapi bagaimana ide itu menjadi karya,” ujarnya.
Proses penerbitan kedua buku berlangsung sekitar sembilan bulan sejak dimulai pada Februari 2026. Siswa melewati sejumlah tahapan mulai dari penulisan, pengumpulan naskah, kurasi, penyuntingan bersama penulis profesional, hingga pencetakan.
Sekolah menjadikan proses tersebut sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa mengenai tahapan menghasilkan sebuah karya tulis hingga diterbitkan.
Sementara itu, Direktur Kebhayangkaraan Irjen Pol M Sugiarto mengingatkan para siswa agar tetap mengandalkan pemikiran dan pengalaman pribadi sebagai dasar menulis di tengah perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Menurut dia, penggunaan AI sulit dilepaskan dari perkembangan teknologi saat ini. Namun, teknologi tersebut sebaiknya menjadi alat bantu setelah siswa terlebih dahulu membangun dan menuangkan gagasannya sendiri.
“Kalau kita menyatakan bagaimana pengaruh AI di zaman sekarang, hampir tidak mungkin kita tidak melirik AI, tetapi seberapa orisinal tulisan kita? Tulis dulu, tuangkan pikiran kita, baru dalam proses selanjutnya melibatkan AI,” kata Sugiarto.
Ia berharap penerbitan dua buku itu menjadi langkah awal bagi para siswa untuk terus menghasilkan karya lainnya yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Setelah kita mencoba dan berhasil, Insyaallah kita akan memancing karya-karya yang lain. Jadi, terus berkarya. Negara ini membutuhkan karya-karya, bukan sekadar orang yang pintar. Karya yang bisa dirasakan orang lain,” ujarnya.
Pewarta: Antara
Editor : M Fikri Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengirimkan surat peringatan kepatuhan kewajiban pendaftaran kepada tujuh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang hingga tanggal 22 September 2026 belum memenuhi kewajiban pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setiap PSE Lingkup Privat yang menyediakan layanan atau beroperasi di Indonesia wajib memenuhi ketentuan pendaftaran yang berlaku. Surat peringatan ini menjadi kesempatan bagi PSE untuk segera memenuhi kewajiban sebelum tindakan penegakan hukum diterapkan,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar di Jakarta, Minggu.
Surat peringatan tertulis tersebut menjadi tindak lanjut dari notifikasi yang dikirimkan Kemkomdigi pada Kamis (17/9) kepada 25 PSE terkait kewajiban pendaftaran mengikuti ketentuan yang berlaku.
Sebanyak 16 PSE sebenarnya telah memenuhi kewajiban tersebut, yaitu PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), PT Trans Berjaya Khatulistiwa, PT Lion Mentari Airlines, PT Jackal Holidays, PT Super Air Jet, PT Niaga Handal Cemerlang, PT ASI Pudjiastuti Aviation dan PT Transportasi Jakarta. PSE yang juga sudah memenuhi kewajiban ialah PT Dharma Lautan Utama, PT Doran Sukses Indonesia, PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, PT Ray Propertindo, PT Express Transindo Utama Tbk, PT Surya Pertiwi Tbk, PT Trans Antar Nusabird (Cititrans) dan PT Rajawali Bangun Angkasa.
Baca juga: Menkomdigi temui Microsoft bahas lebih lanjut strategi investasi berkelanjutan
Lalu ada dua PSE yang telah berkomunikasi dengan Kemkomdigi dan menyampaikan komitmen pendaftaran yaitu Pelita Air dan Shopify.
Sementara untuk tujuh PSE lainnya, surat peringatan disampaikan sebagai tindak lanjut pelaksanaan pembinaan sekaligus pengawasan kepatuhan.
“Kami minta seluruh PSE lingkup privat dapat segera melakukan pendaftaran agar masyarakat memperoleh kepastian hukum atas penyelenggaraan layanan digital yang digunakan,” kata Dirjen Alexander.
Ketujuh PSE Lingkup Privat yang telah menerima surat peringatan adalah Haryanto Motor Indonesia (aplikasi PO Haryanto Online), PT Indo Transport Abdimas (aplikasi PO Handoyo), PT Rosalia Indah Transport (website rosalia-indah.co.id dan aplikasi Rosalia Indah Transport), PT Sebastian Citra Indonesia (website rotio.id), PT Sriwijaya Air (website sriwijayaair.co.id, aplikasi Sriwijaya Air Mobile), PT Sudiro Tungga Jaya (aplikasi Sudiro Tungga Jaya) dan Secret Industries Pty Ltd (website fatsecret.co.id dan aplikasi Penghitung Kalori Fatsecret).
Baca juga: Menkomdigi minta Meta percepat penonaktifan akun anak
Alexander menegaskan apabila hingga tanggal 1 Oktober 2026, ketujuh PSE ini masih belum memenuhi kewajiban pendaftaran, Kemkomdigi akan mengambil langkah penegakan hukum administratif sesuai ketentuan, termasuk pemutusan akses terhadap sistem elektronik.
Dia mengatakan tetap membuka ruang klarifikasi bagi PSE yang menghadapi kendala teknis atau hambatan lainnya dalam proses pendaftaran.
“Seluruh PSE Lingkup Privat wajib mematuhi ketentuan yang berlaku demi terciptanya tata kelola sistem elektronik yang tertib dan bertanggung jawab di Indonesia,” ujar Alex.
Kementerian juga menyediakan kanal komunikasi dengan Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik melalui layanan pendaftaran email [email protected].
Selain itu, PSE Lingkup Privat juga dapat menghubungi layanan melalui pesan instan WhatsApp pada nomor +6281519456822, surel dengan alamat [email protected], dan zoom pse.komdigi.go.id/hubungi-kami/registrasi-zoom.
Bagi PSE yang membutuhkan bantuan secara langsung maka PSE dapat mendatangi Ruang Layanan Pendaftaran PSE Lingkup Privat, Lantai 18 Gedung Midpoint Place Jl. H. Fachrudin No.26, RT.9/RW.5, Kp. Bali, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250.
Pewarta: Livia Kristianti
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
AKURAT.CO Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Batch 2 Tahun 2026, mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari ekosistem SMK Go Global, yang dikembangkan pemerintah untuk memperkuat keterampilan dan kesiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) menghadapi kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan pembukaan Batch 2 memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Baca Juga: Pemerintah Harus Beri Pendampingan dan Pemberdayaan Ekonomi Pekerja Migran Usai Pulang ke Tanah Air
"Mulai 28 September ini kita buka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Batch 2. Ini menjadi bagian dari ekosistem SMK Go Global. Kami ingin kesempatan peningkatan kompetensi ini bisa dimanfaatkan oleh lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin mempersiapkan diri bekerja di luar negeri," kata Mukhtarudin dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Dia mengatakan, keterampilan yang telah dimiliki lulusan SMK perlu terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan penempatan. Menurutnya, SMK Go Global tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK, tetapi terbuka bagi masyarakat umum yang memenuhi persyaratan.
"SMK Go Global bukan hanya untuk SMK, tapi untuk umum. Kalau ada lulusan D3, S1, maupun S2 yang ingin mendaftar, silakan mendaftar," ujarnya.
Dia menjelaskan, program tersebut menyediakan dua jenis pelatihan, yakni pelatihan bahasa dan pelatihan kompetensi berdasarkan sektor pekerjaan. Bidang pelatihan antara lain kesehatan, hospitality, pertanian, dan transportasi.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Baca Juga: Cegah TPPO, Menko Polkam Pastikan Pekerja Migran Kompeten dan Terlindungi
Dia berharap, program tersebut dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan keterampilan serta memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
Pendaftaran Batch 2 berlangsung pada 28 September hingga 31 Oktober 2026 melalui kanal pendaftaran BP3MI. Dalam proses pendaftaran kali ini, calon peserta tidak lagi diwajibkan memiliki kartu kuning atau AK-1.
"Kita ingin anak-anak muda Indonesia punya kesempatan yang lebih luas. Dengan kompetensi yang baik, mereka bisa bekerja dengan lebih siap dan memiliki daya saing ketika masuk ke pasar kerja global," tegasnya.
Rini Apriliani | Beautynesia
Minggu, 27 Sep 2026 22:00 WIB
Cara mengenali anak yang tumbuh dengan orang tua gila/Foto: Magnific.com
Setiap orang tua tentu ingin memberikan segala hal terbaik untuk anaknya. Mereka rela bekerja keras dari pagi hingga larut malam, demi sang anak mendapatkan kehidupan yang nyaman.
Namun, anak juga mendambakan waktu berkualitas bersama orang tua. Kedekatan emosional antara orang tua dan anak memiliki peran penting dalam tumbuh kembangnya. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan kecerdasan dan komunikasi, membantu pengaturan emosi anak, hingga menjaga kesehatan fisiknya.
Dedikasinya terhadap karier memang baik, tapi jika tidak diimbangkan dengan cermat, hal itu bisa berdampak bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, anak yang tumbuh dengan orang tua workaholic atau yang gila kerja memiliki kepribadian dan kebiasaan tersendiri.
Melansir YourTango, ini dia cara mengenali anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja dilihat dari kebiasaannya saat dewasa. Simak!

Ilustrasi anak dan orang tua bekerja/Foto: Magnific.com
Kebiasaan anak yang tumbuh dari orang tua gila kerja yang pertama adalah perfeksionis. Mereka sering kali merasa harga dirinya ditentukan oleh kualitas pekerjaan yang mereka lakukan di kantor.
Alhasil, mereka terbiasa membawa pekerjaannya ke rumah atau melakukan lembur. Mereka tak ragu untuk menerima tanggung jawab tambahan karena mereka memang sulit menetapkan batasan. Bahkan, mereka bisa mengambil beberapa pekerjaan sekaligus hanya untuk membuktikan bahwa mereka bisa menangani semuanya, walau aslinya kepayahan.

Ilustrasi kelelahan/Foto: Magnific.com
Orang tua zaman dulu banyak yang dibesarkan dalam budaya mengutamakan produktivitas dan kesuksesan di tempat kerja di atas kesejahteraan pribadinya. Mereka menganggap bahwa kelelahan bekerja membuktikan loyalitas terhadap perusahaan dan pengabdian pada pekerjaan.
Meski banyak anak muda sekarang yang berusaha menghentikan budaya kerja toxic ini, tetapi beberapa anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja sering kali sulit untuk melepaskannya.
Mereka telah melihat orang tuanya bekerja keras dan mengaitkan nilai diri dengan pencapaian karier. Kini, sebagai orang dewasa mereka mungkin tanpa sadar meniru pola tersebut. Mereka mungkin masih mencari pujian dan keamanan dari pekerjaan sendiri tersebut.

Ilustrasi orang tua bekerja/Foto: Magnific.com
Cara mengenali anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja selanjutnya adalah mereka sering kali menggunakan pekerjaan sebagai cara mengatasi masalah.
Anak-anak yang tumbuh dengan orang tua pekerja keras biasanya kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Meski orang tua bekerja untuk kebutuhan keluarga, mereka tetap jarang memiliki waktu berkualitas bersama di rumah.
Sejak kecil, sebagai anak mereka melihat orang tuanya melarikan diri dari stres dan masalah emosi dengan terus bekerja. Mereka pun melihat orang tua mencoba “menebus” waktunya dengan dengan memberi kecukupan materi pada anak.
Alih-alih mencontohkan work-life balance dan kecerdasan emosional, orang tua secara tidak sadar mengajarkan bahwa pekerjaan dan uang adalah cara untuk meredakan emosinya.

Ilustrasi pasangan/Foto: Magnific.com
Hubungan anak dan orang tua sejak kecil bisa memengaruhi bagaimana seseorang membangun hubungan di usia dewasa. Anak yang memiliki orang tua gila kerja berisiko menjadi orang yang menghindar dalam hubungan atau avoidant.
Saat dewasa, mereka akan menciptakan jarak atau mencari pasangan yang sama-sama dingin dan cuek. Kebiasaan ini tanpa sadar mengulang rasa rindu yang sama seperti saat mereka masih kecil.
Karena tidak pernah diajarkan caranya membuka diri dan membangun ikatan emosional yang kuat dengan orang tuanya, pola hubungan yang dingin tersebut justru membuat mereka lebih nyaman.
Beauties, itu dia beberapa cara mengenali anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja dilihat dari kebiasaannya saat dewasa. Bagaimana menurutmu?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.
Jakarta, CNN Indonesia --
Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementerian PANRB untuk menghentikan praktik kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad).
Desakan ini mencuat usai insiden tewasnya seorang ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Vanreko Varkas Bagaskara (28), saat menjalani Latsarmil Komcad di Lapangan Brigade Parako 1 Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (26/9).
Koalisi menuntut pemerintah menjelaskan kronologi lengkap insiden tersebut secara transparan, terutama menyangkut kondisi cuaca, beban latihan, serta hasil pemeriksaan kesehatan awal korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterangan medis awal tersebut penting, tetapi belum menggantikan pemeriksaan yang independen dan menyeluruh," tulis Koalisi Masyarakat Sipil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9).
Pilihan Redaksi
Selain menuntut pengusutan insiden, Koalisi turut menyoroti pemaksaan keikutsertaan ASN dalam program Komcad. Padahal, merujuk Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN), kepesertaan Komcad bersifat sukarela.
"Secara hukum, kewajiban warga negara ikut serta dalam usaha pertahanan negara tidak sama dengan kewajiban menjadi anggota Komcad," tegas mereka.
Koalisi mengingatkan bahwa UU PSDN mengharuskan pengelolaan sumber daya nasional berlandaskan prinsip demokrasi dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh sebab itu, program pembentukan karakter tidak boleh dijadikan dalih untuk menekan karier atau mengikat kewajiban kedinasan para ASN.
"Oleh karenanya, atas dasar itu, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Kementerian Pertahanan, Kementerian PANRB, menghentikan setiap bentuk pelibatan CPNS atau ASN dalam Komcad yang bersifat wajib, menjadi syarat kedinasan atau pengembangan karier, disertai tekanan, atau tidak didasarkan pada persetujuan bebas dan terinformasi," bunyi tuntutan tersebut.
Adapun enam organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil ini meliputi Imparsial, Centra Initiative, Raksha Initiatives, DeJure, HRWG, dan Indonesia Risk Center (IRC).
Korban Vanreko Varkas Bagaskara dilaporkan meninggal dunia akibat terserang sengatan panas berlebih (heatstroke) sewaktu mengikuti rangkaian Latsarmil Komcad.
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Jumat (25/9) pukul 09.30 WIB ketika Vanreko selesai menjalani sesi pertama penutupan Latsarmil.
Saat akan memasuki sesi latihan berikutnya, almarhum mengeluhkan pandangan yang mendadak gelap serta pusing hingga akhirnya kehilangan kesadaran.
"Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr. Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat," kata Iman, seperti dilansir Detik, Minggu (27/9).
(thr/wiw)
Jakarta, CNBC Indonesia - Biaya untuk bersenang-senang di Amerika Serikat (AS) semakin mahal. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat masyarakat mengerem pengeluaran untuk hiburan.
Sebaliknya, konsumen AS justru tetap menggelontorkan uang untuk berbagai aktivitas rekreasi, mulai dari seni dan kerajinan, bermain video game, hingga aktivitas luar ruangan seperti hiking, berkemah, dan menyelam.
Fenomena ini dikenal sebagai "funflation", yakni kenaikan biaya untuk berbagai aktivitas hiburan dan rekreasi.
Berdasarkan analisis terbaru Bank of America (BofA), pengeluaran untuk hobi meningkat 7,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026.
Pertumbuhan tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan jumlah transaksi yang hanya mencapai 3,4%. Artinya, konsumen bukan hanya melakukan lebih banyak pembelian terkait hobi, tetapi juga mengeluarkan uang lebih banyak untuk aktivitas tersebut.
"Funflation adalah kenaikan biaya aktivitas rekreasi yang terlihat pada berbagai harga, mulai dari bensin untuk kendaraan yang digunakan saat akhir pekan hingga es krim saat berlibur," kata John Gathergood, profesor ekonomi di University of Nottingham, Inggris, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (27/9/2026).
Data Consumer Price Index (CPI) dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan indeks rekreasi yang mencakup video dan audio, hewan peliharaan dan jasanya, perlengkapan olahraga, fotografi, serta bacaan rekreasi naik 2,7% dalam 12 bulan hingga Agustus 2026.
Sementara itu, penjualan di toko perlengkapan olahraga, toko hobi, alat musik, dan toko buku melonjak 10,7% dalam 12 bulan hingga Agustus.
Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan total penjualan ritel dan jasa makanan AS yang mencapai 6% pada periode yang sama.
Liburan Makin Mahal
Salah satu faktor yang mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat AS adalah melonjaknya biaya perjalanan.
Analis BofA menyebut data transaksi kartu menunjukkan pertumbuhan pengeluaran untuk hobi dalam beberapa bulan terakhir kemungkinan berkaitan dengan pergeseran konsumsi dari perjalanan akibat kenaikan biaya bahan bakar.
Harga bahan bakar pesawat melonjak setelah pecahnya perang AS-Iran. Berdasarkan International Air Transport Association (IATA) Jet Fuel Price Monitor, harga bahan bakar pesawat mencapai sekitar US$194 per barel pada pekan yang berakhir 18 September.
Angka tersebut melonjak 116% dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.
Kenaikan biaya bahan bakar turut berdampak pada harga tiket pesawat. Data pemerintah AS menunjukkan harga tiket pesawat meningkat 26,5% secara tahunan pada Agustus.
"Dengan mengurangi perjalanan ke luar negeri, konsumen dapat membebaskan sejumlah besar uang untuk dibelanjakan pada hobi di rumah," ujar Gathergood.
Dan Wasiolek, analis ekuitas senior di Morningstar, mengatakan pandemi Covid-19 telah mempercepat perubahan pola konsumsi masyarakat menuju pengeluaran untuk pengalaman ketimbang barang.
Namun, mahalnya biaya perjalanan tidak sepenuhnya membuat masyarakat AS berhenti bepergian.
Keluarga berpendapatan tinggi masih terus melakukan perjalanan meskipun harga meningkat. Masyarakat AS secara umum juga masih berencana mengalokasikan dana untuk perjalanan selama musim panas.
Survei PwC terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa pada April menunjukkan masyarakat AS berencana menghabiskan rata-rata hampir US$2.900 untuk perjalanan selama musim panas.
Sebanyak 71% responden memperkirakan pengeluaran mereka untuk perjalanan akan sama atau lebih tinggi dibandingkan musim panas sebelumnya.
Milenial Lebih Boros untuk Hobi
Perubahan pola konsumsi juga terlihat berdasarkan kelompok usia.
Analisis BofA menemukan bahwa milenial yang lebih tua menjadi kelompok yang mengeluarkan uang paling banyak untuk hobi dalam tiga bulan hingga Agustus.
Pengeluaran per konsumen kelompok tersebut bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gen Z, yang menjadi kelompok dengan pengeluaran hobi paling rendah.
Menurut analis BofA, kondisi tersebut menunjukkan bahwa generasi tertentu kemungkinan mengalihkan pengeluaran ke hobi yang relatif lebih murah, seperti seni, kerajinan tangan, dan permainan papan.
Perubahan tersebut juga dinilai mencerminkan tren aktivitas bergaya "granny core", seperti merajut, menjahit, hingga membuat kue.
Menariknya, pengeluaran untuk video game juga meningkat di hampir seluruh kelompok usia.
Dalam 12 bulan hingga Agustus, pengeluaran per orang untuk video game tumbuh signifikan. Bahkan Gen Z, yang mencatat pertumbuhan paling kecil dibandingkan kelompok usia lainnya, tetap meningkatkan pengeluaran untuk video game sebesar 20%.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ketika biaya untuk aktivitas rekreasi tertentu semakin mahal, konsumen tidak serta-merta berhenti mencari hiburan. Mereka justru dapat mengalihkan pengeluaran ke aktivitas lain yang dianggap lebih terjangkau, termasuk berbagai hobi yang bisa dilakukan dari rumah.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Liputan6.com, Jakarta - Jika mendengar nama timnas Wales, salah satu yang paling mudah diingat adalah kontribusi sang legenda, Gareth Bale pada setiap turnamen internasional. Sepanjang kariernya, ia sanggup membawa negara tersebut naik 66 peringkat FIFA dan sempat bertengger di posisi 8.
Terlepas dari performa gemilang eks pemain Real Madrid tersebut, ada satu tradisi unik yang selalu dilakukan timnas Wales sebelum laga. Negara yang memiliki nama asli Cymru tersebut selalu melakukan pose foto tim nyeleneh dibanding timnas lainnya.
Partai terbaru menghadapi Portugal, Jumat (25/9/2026), sekali lagi menampilkan kebiasaan tersebut. Saat berbagai tim lain melakukan sesi pemotretan dengan barisan yang rapi, para pemain Wales memilih untuk berdiri sesuai keinginan mereka sendiri.
Alasan yang tersimpan di balik tradisi tersebut sebenarnya tidak benar-benar serius. Meski begitu, mereka dipastikan tidak akan meninggalkan pose absurd tersebut. Ciri khas yang pada awalnya dianggap aneh itu kini menjadi bagian tak terpisahkan skuad Wales di tiap pertandingan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3480976/original/085534900_1623566395-000_1LB3AK_1_.jpg)
Perbesar
Salah satu mantan pemain mereka, Joe Ledley mengungkapkan bahwa pose tak beraturan ala Timnas Wales berasal dari ketidaksengajaan. Kebiasaan tersebut bermula pada gelaran UEFA Euro 2016 kala pasukan Cymru berhasil mencapai babak semifinal.
“Pada awalnya pose itu terjadi secara natural dan kami juga merasa bahwa hasilnya jelek sekali,” ungkap Ledley. “Setelahnya, kami merasa perlu mempertahankan gaya tersebut. Kami tidak pernah mempraktikkan pose. Itu hanya sebuah obrolan yang pada akhirnya berlanjut hingga sekarang,” tambahnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4239732/original/077621200_1669375422-AP22329366440766.jpg)
Perbesar
Keberlanjutan pose viral para skuad Wales juga tak lepas dari hasil positif yang mereka raih. Bagi mereka, pose tersebut seolah membawa keberuntungan dari laga-laga yang dijalani sehingga akhirnya menjadi semacam ritual tak terpisahkan dalam setiap pertandingan.
“Timnas Wales pastinya akan melanjutkan pose itu. Kebiasaan itu membawa keberuntungan bagi kami. Jadi, saya pikir kita tidak akan pernah memiliki foto yang normal,” lanjut Ledley.
Perbesar
Pertama kali disorot pada tahun 2016, generasi terbaru Cymru juga masih meneruskan kebiasaan pose tak lazim. Kini, skuad yang diracik oleh Craig Bellamy tersebut sedang menjalani gelaran UEFA Nations League pada jeda internasional September-Oktober 2026.
Laga awal mereka tak berlangsung mulus. Di hadapan pendukung Portugal, Wales mesti tunduk dengan skor tipis 0-1. Kendati demikian, mereka masih memiliki 3 laga lainnya di grup D menghadapi Denmark (27/9 dan 5/10) serta Norwegia (2/10).
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Tan Cheng Hoe Ungkap 2 PR Jelang Malaysia vs Indonesia
Jakarta (ANTARA) - The Ministry of Transportation is reinforcing its three-layer aviation safety oversight and disaster preparedness by enhancing contingency plans to ensure safe, secure, and smooth air transportation operations.
The ministry's Director General of Civil Aviation, Lukman F. Laisa, noted that aviation safety and security must be a top priority and consistently maintained, in line with the increasingly dynamic challenges of aviation operations and natural factors.
"Aviation safety and security are uncompromising priorities," he said as confirmed in Jakarta on Sunday.
He mentioned that strengthening aviation safety is carried out through a three-layer oversight system (Three-Line Defense) involving all elements according to their functions and authorities.
First, the Technical Directorate acts as a standard setter and system controller. Second, Airport Authorities (Otban) Regions I to X carry out regulatory and supervisory functions in the field.
Third, the Airport Operation Unit (UPBU), as the operator, is required to ensure the consistent and effective implementation of the Safety Management System (SMS).
"These layers must work in an integrated manner. Established standards must be clearly understood and their implementation monitored, while every operator must be committed to identifying and addressing potential safety risks from the outset,” Lukman emphasized.
The Directorate General of Civil Aviation held a Sharing Session on the Implementation of the 2026 Fiscal Year Budget and the Safety Oversight of Air Transportation Facilities and Infrastructure in Jakarta.
Lukman said the forum was part of an effort to strengthen the consistency of aviation safety and security oversight and accelerate the implementation of the 2026 budget.
"And to increase preparedness for potential disasters across all work units within the directorate general," he added.
Based on an audit by the International Civil Aviation Organization Universal Safety Oversight Audit Programme (ICAO USOAP), Indonesia's safety oversight effectiveness (EI) reached 85 percent, while safety oversight through the ICAO USAP audit reached 88.53 percent.
"This achievement exceeds the 2027 Global Aviation Security Plan (GASeP) target of 75 percent. This achievement must be maintained and improved by strengthening the synergy of three-layer oversight," he pointed out.
Regarding disaster preparedness, his office is strengthening contingency plans across all aviation operational sectors, taking into account experiences in handling natural disasters that occurred in several regions, including Sumatra and East Nusa Tenggara (NTT).
He outlined the mitigation measures include preparing alternative flight routes and adjusting passenger capacity, mapping critical facilities and ensuring backup power supplies at airports, as well as testing the preparedness of Airport Emergency Plans (AEP) and Aviation Accident Response and Firefighting (PKP-PK) systems.
Furthermore, the Air Traffic Management (ATM) Contingency Plan is being tested, while ensuring the airworthiness of the aircraft fleet before returning to service after a disaster.
"Every unit must be prepared to face emergency conditions," Lukman said.
He stressed that contingency plans must go beyond documentation and be tested periodically to ensure that all personnel understand their respective duties, roles, and emergency procedures.
"This preparedness must go hand in hand with strengthening the safety culture within the aviation environment," he stated.
Lukman added that a safety culture must become part of the daily practice of aviation professionals. It is not merely a ceremonial practice, but should be reflected in their understanding, commitment, and behavior toward maintaining safety and security.
Pewarta: Muhammad Harianto, Resinta Sulistiyandari
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Saksikan Sinetron Kisah Nyata Pagi Episode Senin 28 September pukul 08.30 WIB di Indosiar.
![]()
Diterbitkan 27 September 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4829165/original/007723300_1715494441-Screenshot_2024-05-12_131307.jpg)
Perbesar
Jadi intinya...
Liputan6.com, Jakarta - Saksikan FTV Kisah Nyata Pagi tayang hari ini, hanya di Indosiar! Ikuti cerita yang sarat dengan kejutan tak terduga di setiap episodenya.
Tonton setiap hari mulai pukul 08.30 WIB dan rasakan ketegangan serta sensasi dari Kisah Nyata secara eksklusif di Indosiar.
Anda juga dapat menikmatinya secara daring melalui tautan ini.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Lanjut Baca:
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora, Bawa Gong ke Panggung
![]()
![]()
Nola Vemiliana, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
Clean Beauty Makin Dilirik, Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Produknya?14 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
Tekan Emisi Karbon, RS Kanker Dharmais Canangkan Program Net Zero Hospital1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
Aksi Iklim Indonesia di PBB, dari Restorasi Mangrove hingga Transisi Energi2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
Budi Daya Maggot di Mataram, Solusi Masalah Sampah Jadi Bernilai3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
Lihat Selengkapnya
Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB
Jakarta, VIVA – Koalisi Masyarakat Sipil meminta Kementerian Pertahanan, Kementerian PANRB, dan seluruh kementerian/lembaga peserta segera menghentikan setiap bentuk pelibatan CPNS atau ASN dalam Komcad yang bersifat wajib, menjadi syarat kedinasan atau pengembangan karier, disertai tekanan, atau tidak didasarkan pada persetujuan bebas dan terinformasi.
Baca Juga
Hal ini menyusul meninggalnya peserta Latihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bernama Vanreko Varkas Bagaskara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Centra Initiative, Al Araf mengatakan, pemerintah harus membentuk tim pemeriksaan yang independen, transparan, dan menyeluruh atas kematian Vanreko Varkas Bagaskara, serta hasilnya harus diumumkan kepada publik dengan tetap melindungi data pribadi korban dan keluarganya.
Baca Juga
"Kementerian PANRB mengevaluasi dasar dan tata kelola program Komcad ASN, untuk memastikan keikutsertaan benar-benar sukarela; menjamin tidak ada sanksi, hambatan pengangkatan, atau konsekuensi karier bagi pegawai yang menolak; serta memisahkan Komcad dari persyaratan pengembangan kompetensi ASN," kata Al Araf dalam keterangan tertulisnya, Minggu 27 September 2026.
Selain itu, ia juga mendesak DPR menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta pemerintah membuka dasar kebijakan, anggaran, mekanisme perekrutan dan bukti kesukarelaan, kurikulum dan beban latihan, standar keselamatan, data insiden, hasil evaluasi, serta pertanggungjawaban atas risiko yang dialami peserta.
Baca Juga
Untuk diketahui pada 24 Agustus 2026, Kementerian Pertahanan membuka Latihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Brigade Parako 1 Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Keterangan resmi Kementerian Pertahanan menyebutkan program ini diikuti 2.065 ASN dari 50 kementerian/lembaga yang telah lulus seleksi, dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, dan dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober 2026.
Kemudian pada 25 September 2026, Vanreko Varkas Bagaskara, ASN Kementerian Ekonomi Kreatif yang menjadi peserta Latsarmil, mengalami pusing, pandangan gelap, dan kehilangan kesadaran setelah menyelesaikan sesi pertama gladi penutupan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut keterangan Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa yang diberitakan sejumlah media pada 27 September 2026, pemeriksaan awal menunjukkan hipotensi dan peningkatan suhu tubuh yang mengindikasikan heatstroke akibat paparan cuaca dan kelelahan.
Ia mendapat pertolongan di lokasi, dirawat di RSAU dr. Esnawan Antariksa, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto setelah mengalami kejang berulang dan penurunan kesadaran. Ia meninggal dunia pada 26 September 2026.
Halaman Selanjutnya
"Keterangan medis awal tersebut penting, tetapi belum menggantikan pemeriksaan yang independen dan menyeluruh. Pemerintah wajib menjelaskan kronologi lengkap, kondisi cuaca dan beban latihan, hasil pemeriksaan kesehatan awal, protokol pencegahan heatstroke, ketersediaan tenaga dan peralatan medis, waktu respons dan rujukan, serta rantai komando dan pertanggungjawaban," katanya.