Ingin Usir Warga Gaza, Israel Justru Ditinggal Kabur Seperempat Juta Warganya |Republika Online

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Hampir 270.000 warga Israel telah meninggalkan negara itu sejak tahun 2023. Ini menandai tingkat emigrasi tertinggi dalam sejarah Israel, menurut sebuah studi baru oleh para peneliti di Universitas Tel Aviv.

Studi tersebut, yang dilaporkan oleh Haaretz, menemukan bahwa sekitar 90.000 warga Israel meninggalkan negara itu selama tiga bulan atau lebih setiap tahunnya antara tahun 2023 dan 2025. Angka rata-rata tahunan tersebut jauh melampaui jumlah sekitar 60.000 orang yang beremigrasi setiap tahun antara tahun 2010 dan 2019.

Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik Israel dan lembaga pemerintah lainnya, studi tersebut menemukan bahwa lebih dari 86.000 warga Israel meninggalkan negara itu selama lebih dari tiga bulan pada tahun 2023, diikuti oleh lebih dari 90.000 orang pada tahun 2024 dan 2025.

Itai Ater, salah satu penulis studi tersebut, mengatakan kepada Haaretz bahwa penelitian ini berbeda dari laporan emigrasi sebelumnya karena menghitung siapa pun yang menghabiskan waktu setidaknya tiga bulan di luar negeri—bukan hanya mereka yang pergi selama satu tahun penuh—dengan alasan bahwa metode ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai skala sebenarnya dari kepergian warga.

Ater mengatakan angka-angka tersebut hanya mencakup penduduk Israel jangka panjang yang telah tinggal di negara itu setidaknya selama tiga tahun sebelum pergi, serta tidak menyertakan imigran baru dari Ukraina dan Rusia yang pergi dalam kurun waktu tiga tahun setelah kedatangan mereka.

"Pada tahun 2025, kita kembali melihat angka yang sangat mengkhawatirkan terkait warga Israel yang meninggalkan negara itu untuk jangka waktu yang cukup lama, menambah gelombang emigrasi tahun 2023 dan 2024," kata Ater.

"Angka-angka ini sendiri belum menjadi ancaman bagi ketahanan Israel," tambahnya. "Namun, jika melihat ke depan dan tanpa adanya perubahan, muncul kekhawatiran yang kian besar bahwa emigrasi dari Israel akan meningkat hingga ke tingkat yang membahayakan keamanan dan perekonomian negara."

Universitas Tel Aviv menyatakan bahwa penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi "peningkatan signifikan dan mengkhawatirkan" dalam jumlah dokter, pemegang gelar PhD, insinyur, akademisi, dan pekerja berpenghasilan tinggi yang meninggalkan negara itu.

Meskipun tren serupa tercatat di belahan dunia lain, pihak universitas menyatakan bahwa eksodus warga Israel berpendidikan tinggi menimbulkan risiko khusus, mengingat minimnya sumber daya alam negara tersebut dan ketergantungannya pada tenaga kerja terampil.

Ulang Tahun Meghan Markle, Topi Pesta Malah Jadi Mainan Dua Anjingnya

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA - Perayaan ulang tahun ke-45 Meghan Markle di rumah berlangsung santai. Dua anjing miliknya bersama Pangeran Harry justru membuat topi pesta yang disiapkan berubah menjadi mainan.

People dikutip Kamis, 6 Agustus, melaporkan, Duchess of Sussex membagikan cuplikan perayaan tersebut melalui Instagram Stories pada Selasa, 4 Agustus. Dalam video itu, Meghan dan Harry mencoba memasangkan topi pesta kecil berwarna perak kepada Pula dan Mia.

Pula merupakan anjing labrador hitam, sedangkan Mia berjenis beagle. Namun, topi itu tidak bertahan lama di kepala keduanya.

Mia terlihat berguling-guling di lantai dengan topi yang tergencet di bawah tubuhnya. Pula memilih membawa aksesori tersebut di mulut.

“Aduh,” terdengar Harry berkata, disambut tawa Meghan.

Meghan Markle dan Pangeran Harry.  (Instgram @ duchesofsussex )
Meghan Markle dan Pangeran Harry. (Instgram @ duchesofsussex )

Dalam percobaan berikutnya, Pula sempat membiarkan topi itu terpasang. Namun, aksesori tersebut hampir terlepas saat ia meregangkan tubuh.

“Biar saya lepaskan. Maaf,” kata Meghan sambil tertawa.

Pula diadopsi Meghan dan Harry tak lama sebelum keduanya menikah pada 2018. Mia bergabung dengan keluarga itu pada 2022.

Mia sebelumnya diselamatkan Beagle Freedom Project dari sebuah laboratorium pembiakan dan penelitian di Virginia. Meghan menghubungi organisasi tersebut secara langsung karena ingin mengadopsi anjing yang lebih tua.

“Duchess menggendong Mia dan berkata, ‘Kami akan mengadopsinya,’” kata relawan Beagle Freedom Project, Shannon Keith, kepada Los Angeles Times.

Menurut Keith, Meghan tidak mencari anak anjing untuk hadiah Natal. Ia memilih anjing lebih tua yang membutuhkan bantuan.

Sebelum memelihara Pula dan Mia, Meghan memiliki seekor beagle bernama Guy. Anjing itu ikut pindah ke Inggris sebelum keluarga tersebut menetap di California pada 2020. Guy mati pada Januari 2025.

BACA JUGA:


Selain video bersama kedua anjingnya, Meghan mengunggah dua foto hitam-putih untuk menandai ulang tahunnya.

Foto pertama memperlihatkan Meghan mengenakan baju renang hitam dan kacamata hitam saat melompat ke kolam sambil membawa sekumpulan balon. Foto berikutnya menunjukkan dirinya sudah berada di dalam air dengan balon yang masih digenggam.

Seorang sumber dekat mengatakan kepada People bahwa foto tersebut diambil oleh seorang teman saat perayaan ulang tahun yang digelar lebih awal di California.

“Terima kasih atas semua ucapan dan kasih sayang di hari ulang tahun saya,” tulis Meghan.

Merek gaya hidup miliknya, As ever, juga mengunggah ucapan ulang tahun. Unggahan itu memuat sejumlah foto, termasuk potret lama Meghan saat masih kecil dengan rambut dikuncir dua.

Meghan lahir pada tanggal yang sama dengan mendiang Ibu Suri Elizabeth Bowes-Lyon, yakni 4 Agustus.

Dalam memoar Spare yang terbit pada 2023, Harry menulis bahwa kesamaan tanggal lahir itu pernah membuat ayahnya, Raja Charles, gembira dan kembali mengenang neneknya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Kemensos sediakan beasiswa bagi tamatan Sekolah Rakyat Natuna

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kemensos sediakan beasiswa bagi tamatan Sekolah Rakyat Natuna

Kamis, 6 Agustus 2026 19:12 WIB

Image Print

Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna angkatan 2025/2026 menyambut tamu undangan pembukaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 di Masjid Agung Natuna, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan program beasiswa pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 32 Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai bentuk komitmen memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kepala SRT 32 Natuna Bumiselan di Natuna, Kamis, mengatakan tamatan Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi masuk kampus-kampus yang bekerja sama dengan pemerintah, salah satunya Universitas Ary Ginanjar (UAG).

Bagi siswa yang berhasil lolos masuk perguruan tinggi, seluruh biaya pendidikan hingga kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan akan ditanggung Kemensos sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan program tersebut bentuk keseriusan pemerintah memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi dan memiliki masa depan yang lebih baik.

"Biayanya ditanggung, termasuk biaya kehidupan. Untuk kampus, pilihannya diserahkan kepada mahasiswa karena banyak kampus yang sudah disiapkan," ucapnya.

Apabila tamatan Sekolah Rakyat tidak memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, katanya, mereka akan diarahkan memasuki dunia kerja. Namun, sebelum bekerja, Kemensos akan memberikan pelatihan keterampilan agar mereka memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Melalui berbagai dukungan tersebut, pemerintah berharap lulusan Sekolah Rakyat mampu menjadi generasi mandiri dan menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

"Hingga saat ini, SRT 32 Natuna baru memiliki satu orang lulusan yang berasal dari angkatan pertama tahun ajaran 2025/2026," ujarnya.

Ia menerangkan keseriusan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan sudah terlihat sejak siswa baru masuk SRT 32 Natuna.

Dia menjelaskan selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, seluruh kebutuhan peserta didik juga telah disiapkan oleh pemerintah, mulai dari pakaian, kebutuhan sehari-hari, hingga makanan bergizi untuk mendukung perbaikan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Selain pendidikan akademik, peserta didik juga mendapatkan pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapannya anak-anak ini memiliki bekal yang cukup, tidak hanya secara akademik, tetapi juga karakter, sehingga mampu bersaing dan mengubah kondisi keluarganya ke arah yang lebih baik," katanya.

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Mengenal Teknologi PHEV, Solusi Buat yang Belum Siap Beralih ke Mobil Listrik Penuh

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangerang Selatan, VIVA - Kendaraan elektrifikasi kini tidak hanya terbagi menjadi mobil listrik murni (EV) dan hybrid biasa (HEV). Di tengah perkembangan teknologi tersebut, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai menjadi alternatif karena menggabungkan kemampuan berkendara dengan tenaga listrik sekaligus tetap memiliki mesin bensin.

Baca Juga

Konsep ini diperkenalkan Wuling melalui dua model yang ditampilkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, yakni Darion PHEV dan Eksion PHEV. Keduanya menjadi bagian dari lini kendaraan elektrifikasi Wuling yang mengusung sistem penggerak plug-in hybrid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara sederhana, PHEV merupakan kendaraan yang menggunakan dua sumber tenaga, yaitu motor listrik dan mesin pembakaran internal.

Baca Juga

Berbeda dari hybrid konvensional, baterai pada PHEV dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal sehingga memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga listrik dalam jarak tertentu.

Ketika kapasitas baterai mulai berkurang atau kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin akan bekerja secara otomatis. Dengan cara kerja tersebut, kendaraan dapat menyesuaikan sumber tenaga sesuai kondisi berkendara.

Baca Juga

Pada sistem PHEV miliknya, Wuling menggunakan teknologi yang disebut LING Power. Sistem ini menggabungkan mesin bensin khusus hybrid, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang bertugas mengatur distribusi tenaga.

DHT berfungsi menentukan kapan tenaga berasal dari motor listrik, kapan mesin bensin mengambil alih, atau kapan keduanya bekerja bersamaan. Pengaturan dilakukan secara otomatis berdasarkan kecepatan kendaraan, kondisi jalan, hingga kebutuhan tenaga.

Selain sistem penggerak, kendaraan PHEV Wuling juga memiliki beberapa pilihan mode berkendara. Tersedia tiga Driving Mode yang terdiri dari Eco, Normal, dan Sport.

Mode Eco dirancang untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan energi dengan karakter akselerasi yang lebih halus. Mode Normal digunakan untuk penggunaan harian dengan respons yang seimbang, sedangkan Sport memberikan respons akselerasi yang lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar mode berkendara, tersedia pula empat pilihan Energy Mode yang mengatur bagaimana kendaraan memanfaatkan tenaga listrik dan mesin bensin.

Pada mode EV Max, kendaraan akan mengutamakan penggunaan motor listrik selama daya baterai masih tersedia. EV First juga memprioritaskan tenaga listrik, namun mesin bensin akan aktif apabila dibutuhkan.

Halaman Selanjutnya

Kemudian Hybrid memungkinkan sistem menentukan kombinasi penggunaan motor listrik dan mesin bensin secara otomatis sesuai kondisi perjalanan. Sementara Fuel Priority mengutamakan penggunaan mesin bensin sehingga daya baterai tetap disimpan untuk kebutuhan tertentu.Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi pengemudi untuk menyesuaikan strategi penggunaan energi, misalnya saat berkendara di dalam kota atau ketika melakukan perjalanan dengan jarak lebih jauh.

Pramono Tegaskan Jakarta Dukung Hak dan Perjuangan Rakyat Palestina

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Jakarta, VIVA –bGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan sikap bahwa Pemprov DKI Jakarta mendukung hak rakyat Palestina untuk hidup dalam perdamaian, keamanan dan mendapatkan martabat sepenuhnya. 

Baca Juga

Hal itu disampaikan Pramono saat menerima kedatangan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah Jakarta mendukung sepenuhnya. Tentunya, pemerintah mendukung sepenuhnya perjuangan masyarakat Palestina yang sekarang ini sedang menghadapi berbagai persoalan yang luar biasa,” kata Pramono kepada wartawan.

Baca Juga

Pramono menjelaskan, dukungan kemanusiaan itu diberikan, antara lain melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas/Baziz) bagi warga di Gaza.

Dia juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap krisis kemanusiaan di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Baca Juga

“Termasuk warga sipil yang terus menghadapi kehilangan nyawa, pengungsian yang berulang, serta keterbatasan air, pangan, dan layanan kesehatan,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, dia menyambut keinginan sejumlah komunitas Palestina yang ingin memperingati HUT ke-81 Indonesia di Kedutaan Besar Palestina yang berada di Jakarta.

“Kami akan bersama-sama nanti untuk membuat kedutaannya menjadi betul-betul menyambut kemerdekaan Republik Indonesia,” tutur Pramono.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari mengungkapkan pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta itu, di antaranya membahas tentang Palestina dan situasi di Gaza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Rakyat Palesrina sangat menderita. Tapi, seperti yang saya selalu katakan, Palestina akan bebas, Insya Allah. Alhamdulillah, dukungan terhadap Palestina meningkat dari seluruh dunia,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, Dubes Palestina juga mengucapkan selamat memperingati Hari Kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. (Ant)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kanan) di Balai Kota DKI Jakarta

Pramono Minta Dinkes DKI Beri Peringatan Keras ke Nakes yang Cibir Pengguna BPJS

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginstruksikan Dinkes DKI Jakarta memberikan peringatan keras ke nakes yang mencibir pengguna atau pasien BPJS Kesehatan.

VIVA.co.id

6 Agustus 2026

Mengapa Kacamata Pintar Perekam Video Semakin Populer? Analisis Inovasi yang Mengubah Industri Wearable

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:08 WIB

VIVA – Kacamata pintar dengan kemampuan merekam video kini menjadi salah satu kategori perangkat wearable yang mengalami pertumbuhan paling pesat.

Baca Juga

Jika beberapa tahun lalu perangkat ini masih dianggap sebagai produk khusus bagi penggemar teknologi, kini produsen besar seperti Meta, EssilorLuxottica, Qualcomm, Xiaomi, hingga Rokid berlomba menghadirkan kacamata pintar dengan kamera, kecerdasan buatan (AI), dan fitur audio yang semakin canggih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut laporan IDC, dikuti VIVA Kamis, 6 Agustus 2026, pengiriman smart glasses global melonjak tajam pada 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya minat terhadap perangkat wearable berbasis AI yang mampu membantu aktivitas sehari-hari tanpa harus mengeluarkan smartphone dari saku.

Baca Juga

Lantas, mengapa popularitas kacamata pintar perekam video terus meningkat?

1. Merekam Video dari Sudut Pandang Pengguna

Baca Juga

Daya tarik utama perangkat ini adalah kemampuannya merekam video dari perspektif orang pertama (first-person view).

Berbeda dengan kamera ponsel atau action camera yang harus digenggam maupun dipasang pada aksesori tambahan, kamera pada kacamata pintar memungkinkan pengguna merekam aktivitas secara hands-free.

Pendekatan tersebut sangat berguna untuk mendokumentasikan perjalanan, olahraga, kegiatan luar ruangan, hingga proses pembuatan konten media sosial secara lebih natural.

Meta menyebut konsep ini memungkinkan pengguna tetap fokus pada aktivitas sambil mengabadikan momen tanpa harus terus memegang perangkat.

2. AI Membuat Kacamata Pintar Lebih dari Sekadar Kamera

Perkembangan AI menjadi alasan terbesar di balik evolusi smart glasses.

Model terbaru tidak hanya mampu mengambil foto dan video, tetapi juga memahami lingkungan sekitar melalui bantuan AI.

Pengguna dapat memberikan perintah suara untuk mencari informasi, mengenali objek, menerjemahkan teks, hingga memperoleh jawaban berdasarkan apa yang sedang dilihat.

Meta menjelaskan bahwa integrasi Meta AI memungkinkan kacamata menjadi asisten digital yang selalu siap digunakan sepanjang hari tanpa perlu membuka aplikasi di smartphone.

3. Bentuk Semakin Ringan dan Nyaman Dipakai

Generasi awal smart glasses sering dikritik karena ukurannya besar dan desainnya mencolok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini situasinya berubah.

Produsen bekerja sama dengan perusahaan kacamata ternama agar perangkat terlihat seperti kacamata biasa. Contohnya kolaborasi Meta dengan EssilorLuxottica menghadirkan desain bergaya Ray-Ban maupun model baru yang kompatibel dengan lensa resep.

Halaman Selanjutnya

Pendekatan tersebut membuat smart glasses lebih mudah diterima sebagai aksesori sehari-hari, bukan sekadar perangkat teknologi.

Buntut Ucapan Nirempati Kepada Yurizal Tri Chaerawan, Peserta PPDS di RSUP Dr Sardjito Dinonaktifkan

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:05 WIB

VIVA – Seorang bernama Yurizal Tri Chaerawan menjadi perhatian publik setelah dirinya sempat menuliskan pengalamannya menunggu 8 jam untuk menjalani perawatan dan tak kunjung mendapatkan ruangan.

Baca Juga

Sebuah utas yang ditulis Yurizal Tri Chaerawan di akun media sosial treads miliknya, @yurizaltrich pada (22/7/2026) justru mendapatkan komentar sinis dan nirempati dari sejumlah nakes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“8 jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal pada akun Treads miliknya.

Baca Juga

Saat ditelisik lebih lanjut oleh para netizen, ternyata tanggapan nirempati tersebut diduga berasal dari sejumlah tenaga kesehatan dan dokter.

Salah satunya merupakan seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Dr Sardjito, Elda Putri Rahardini.

Baca Juga

Dalam utas tersebut, Elda memberikan komentar yang sinis dan nirempati terhadap Yurizal hingga menjadi sorotan publik.

“PPnya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? Haven’t some brain cells,” ujar Elda melalui akun @erudarahaadini.

Menyoroti komentar Elda, pihak RSUP Dr Sardjito memberikan sanksi tegas kepada dokter PPDS itu.

Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan mengungkapkan pihaknya telah menonaktifkan peserta PPDS tersebut dan sedang diproses secara internal.

“Untuk ini, Rumah Sakit Sardjito dan FKKMK memiliki sekretaris bersama pendidikan bermartabat. Tentunya yang bersangkutan nanti akan kita proses di dalam pendidikan bermartabat terkait apa yang telah dilakukannya,” ungkap Banu Hermawan.

“Kemudian mulai hari ini yang bersangkutan sudah di nonaktifkan,” sambungnya.

Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan

Photo :

  • Tim tvOnenews - Sri Cahyani Putri

Dirinya menjelaskan bahwa RS Sardjito hanya menghentikan terkait praktik dokter yang dilakukan di lingkungan rumah sakit, bukan sebagai peserta PPDS.

“Jadi kewenangan Sardjito adalah menghentikan stase yang bersangkutan. Stase itu praktik di Sardjito. Itu yang kami hentikan,” tegasnya.

Sementara itu, ia juga menegaskan dr Elda bukan pegawai dari rumah sakit tersebut melainkan hanya sebagai peserta mahasiswa PPDS FK-KMK UGM. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banu juga mengatakan bahwa pasien BPJS yang ramai disebutkan namanya itu bukan merupakan pasien dari RSUD Dr Sardjito.

“Mohon dibantu bahwa yang viral di cibir itu bukan pasiennya Sardjito. Tapi dia terlalu tidak memikirkan efek dari perbuatannya. Pasien yang dikomentari di media sosial itu bukan pasien Sardjito,” jelas Banu.

Halaman Selanjutnya

Klarifikasi Elda Putri Rahardini

Pengusaha Ritel Kecewa Pajak Marketplace Tak Berlaku Agustus 2026

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA - Asosiasi ritel mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah yang menunda pemungutan pajak terhadap transaksi e-commerce.

Pasalnya, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyebut, kebijakan tersebut diperlukan untuk menciptakan persaingan adil antara pelaku usaha online dan ritel fisik.

Dia mengatakan, seluruh pelaku ritel modern selama ini telah memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen dari setiap transaksi dan menyetorkannya kepada negara. Menurutnya, mekanisme serupa juga perlu diterapkan secara konsisten di platform digital.

"Ya, kecewa (ditunda). Di ritel itu kami bayar 11 persen, bahkan kami jual (barang) online pun kami setor negara 11 persen. Jadi, kami harapkan dalam hal ini terjadi sama rata antara online dan offline," ujar Budihardjo saat ditemui wartawan usai Konferensi Pers Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE), Hati Retail Modern Indonesia (HARMONI) Award dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, 6 Agustus.

Hippindo, kata Budi, mendukung penuh upaya pemerintah memungut pajak dari transaksi e-commerce. Menurutnya, kebijakan itu bukan untuk membebani pelaku usaha, melainkan menciptakan kesetaraan dalam sistem perpajakan.

Iya menjelaskan, setiap transaksi di gerai ritel otomatis dikenakan PPN dan disetorkan ke kas negara. Oleh karena itu, ia berharap platform e-commerce juga menerapkan mekanisme pemungutan yang sama.

"Kalau kami di kasir pasti kenakan 11 persen, kemudian kami setor ke negara. Jadi, kami harapkan dipungut juga seperti kami memungut," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk menunda penerapan pajak bagi transaksi di marketplace yang sebelumnya telah mulai diterapkan pada 1 Agustus 2026.

BACA JUGA:


Menurut Purbaya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya pulih dan penundaan akan dituangkan secara resmi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Pajak online mungkin kami tunda, nggak (jadi) Agustus ini mulai berjalan," ujar Purbaya dalam Media Briefing, Rabu, 5 Agustus.

Purbaya menjelaskan, kebijakan pajak marketplace akan diterapkan kembali ketika kondisi ekonomi nasional menunjukkan perbaikan lebih kuat.

"Saya selalu bilang (penerapannya) kalau daya beli ekonominya sudah membaik," katanya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Kontraktor SPPG Tagih Kepastian Pembayaran Rp800 Miliar, Administrasi Dinilai Berlarut-larut

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA — Persoalan administrasi yang tak kunjung tuntas kini menjadi beban baru bagi puluhan kontraktor yang terlibat dalam pembangunan Sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN).

Di tengah dorongan percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), para penyedia jasa justru masih menunggu kepastian pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka selesaikan.

Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan Sarana SPPG BGN Tahun Anggaran 2025 menyebut nilai tagihan yang belum terselesaikan diperkirakan mencapai sekitar Rp800 miliar. Nilai tersebut berasal dari pekerjaan yang dikerjakan oleh 74 perusahaan kontraktor di sekitar 22 provinsi.

Ketua Forum Arifin Nababan menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang mempersoalkan program pemerintah, tetapi menuntut kepastian penyelesaian administrasi serta pembayaran sesuai kontrak.

"Yang kami harapkan bukan perlakuan khusus, melainkan kepastian administrasi dan kepastian pembayaran atas pekerjaan yang telah kami laksanakan," ujar Arifin.

BACA JUGA:


Menurut data forum, pembangunan Sarana SPPG melalui mekanisme e-Katalog atau mini kompetisi telah berjalan di 315 lokasi hingga akhir Maret 2026. Dari jumlah tersebut, 66 proyek telah rampung 100 persen dan 249 lainnya masih dalam proses penyelesaian sesuai ketentuan kontrak.

Namun, proyek yang telah selesai pun belum seluruhnya dapat diserahterimakan. Forum menyebut proses administrasi di pihak pengguna masih menjadi hambatan sehingga aset yang telah dibangun tetap menjadi tanggung jawab kontraktor.

Akibatnya, perusahaan masih harus menanggung biaya keamanan, pemeliharaan bangunan, utilitas, hingga kebutuhan operasional lainnya selama proses serah terima belum dilakukan.

"Selama proses serah terima belum dilakukan, kami tetap harus menjaga aset tersebut, membayar keamanan, pemeliharaan, utilitas, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya," kata Arifin.

Forum menilai persoalan ini tidak hanya berdampak pada arus kas perusahaan konstruksi. Rantai usaha lain juga ikut terdampak, mulai dari tenaga kerja, pemasok material, vendor jasa, pelaku UMKM, subkontraktor, hingga lembaga pembiayaan yang terlibat dalam proyek tersebut.

Sejauh ini forum telah enam kali mengirim surat permohonan audiensi kepada Kepala Badan Gizi Nasional untuk meminta kejelasan mengenai penyelesaian administrasi, jadwal serah terima bangunan, serta kepastian pembayaran. Akan tetapi, hingga kini belum ada tanggapan resmi.

Arifin menegaskan para kontraktor tetap mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Jadi, mereka berharap penyelesaian administrasi dipercepat, pembayaran segera dipastikan, dan ruang dialog dengan pemerintah dibuka agar persoalan tidak berlarut-larut.

"Kami ingin memastikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Sarana SPPG dapat berjalan dengan baik. Yang kami harapkan adalah kepastian administrasi, kepastian pembayaran, dan ruang dialog yang terbuka agar seluruh persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama," ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Terungkap, Trump Batalkan Serangan Karena Iran Ancam Jadikan Teluk Lautan Api |Republika Online

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Ancaman Iran membalas Amerika Serikat dengan membumihanguskan infrastruktur strategis di wilayah Teluk ternyata jadi alasan Presiden Donald Trump menghentikan serangan beberapa waktu lalu. Pimpinan negara-negara Teluk dilaporkan membujuk Trump menghentikan serangan karena khawatir dengan balasan Iran.

Ancaman itu disampaikan Iran melalui jalur diplomatik menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pada 28 Juli lalu yang mengancam akan menyerang jaringan energi dan infrastruktur Iran apabila negosiasi kembali menemui jalan buntu.

Reuters merujuk sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut melansir  Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melakukan komunikasi intensif dengan para menteri luar negeri Arab Saudi, Qatar, dan Turki, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan.

Dalam pembicaraan itu, Araqchi meminta negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Washington menggunakan pengaruh mereka untuk membujuk Trump agar tidak kembali memilih opsi militer.

Seorang diplomat senior kawasan mengatakan, Araqchi menegaskan Iran siap memberikan balasan apabila kembali menjadi sasaran serangan. Namun, ia juga menekankan bahwa penyelesaian diplomatik tetap menjadi pilihan terbaik untuk mencegah konflik yang lebih luas.

"Pesan Iran dalam setiap pembicaraan sama. Kami siap membalas, tetapi solusi diplomatik adalah cara terbaik untuk menghindari eskalasi dan kehancuran yang lebih besar di kawasan," kata diplomat tersebut.

Sumber dari negara Teluk juga menyebut peringatan Iran disampaikan tanpa keraguan. Jika AS menyerang infrastruktur Iran, Teheran akan menyerang fasilitas energi negara-negara Teluk serta berbagai aset yang berkaitan dengan kepentingan AS di kawasan.

Ancaman tersebut menunjukkan strategi baru Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap Washington. Dengan menjadikan infrastruktur energi sebagai sasaran potensial, Teheran berharap negara-negara Teluk yang selama ini menjadi mitra dekat AS ikut mendesak Washington menghindari aksi militer.

Posisi negara-negara Teluk memang tidak mudah. Selain menjadi lokasi pangkalan militer AS, sebagian besar perekonomian mereka juga bergantung pada ekspor minyak dan gas.

Setelah peringatan Iran disampaikan, Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman dilaporkan berbicara langsung dengan Trump. Menurut sejumlah sumber, pemimpin de facto Arab Saudi itu meminta AS menunda rencana serangan, kembali ke meja perundingan, mengupayakan gencatan senjata, dan mencari penyelesaian melalui diplomasi.