Perbesar:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363918/original/083643300_1758990856-000_76YK8KZ.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengakhiri spekulasi mengenai masa depan Julian Alvarez. Ia menegaskan sang striker tidak akan meninggalkan Los Rojiblancos pada bursa transfer musim panas ini.
Masa depan Alvarez memang menjadi bahan spekulasi dalam beberapa pekan terakhir. Barcelona disebut menjadi salah satu klub yang paling serius memantau situasi striker Timnas Argentina tersebut.
Bahkan, Alvarez dikabarkan telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan Atletico kepada manajemen klub. Ia disebut meminta pihak klub membuka jalan bagi kepindahannya pada musim panas ini.
Namun, Atletico sejauh ini tetap bergeming. Simeone baru-baru ini menegaskan bahwa sang striker tidak akan dijual ke Barcelona atau ke klub lain di musim panas ini.
Simak situasi transfer Alvarez selengkapnya di bawah ini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160540/original/093182400_1741832303-Julian_Alvarez.jpg)
Perbesar
Simeone menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan pembuka La Liga melawan tim promosi Malaga baru-baru ini. Pelatih asal Argentina itu memastikan kompatriotnya masih akan mengenakan jersey Atletico Madrid pada musim depan.
Beberapa pekan sebelumnya, presiden klub Enrique Cerezo juga telah menegaskan bahwa Atletico tidak akan melepas Alvarez dalam kondisi apa pun pada bursa transfer kali ini. Simeone menegaskan ketika Cerezo sudah bersabda, maka kemungkinan bagi Alvarez cabut dari Metropolitano di musim panas ini adalah nol.
"Ketika presiden sebuah klub berbicara dengan sangat jelas, tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Ibarat di pengadilan, tidak ada lagi ruang untuk keraguan," ujar Simeone.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5126296/original/037245200_1739054858-000_36XG4AD.jpg)
Perbesar
Barcelona nampaknya tidak bisa berbuat apa-apa dalam transfer Alvarez. Karena Los Rojiblancos punya posisi yang kuat untuk mempertahankan sang striker.
Alvarez bergabung dengan Atletico dari Manchester City pada 2024 dengan nilai transfer mencapai 75 juta euro. Pada musim lalu, penyerang berusia 26 tahun itu tampil dalam 49 pertandingan di seluruh kompetisi dan mencatatkan 20 gol serta sembilan assist.
Kontrak Alvarez bersama Atletico masih berlaku hingga 2030. Dengan durasi kontrak yang panjang dan sikap tegas manajemen klub, Barcelona tampaknya harus mencari cara lain jika ingin memboyong sang striker dari Metropolitano.
Sumber: Goal International
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Rodri Ungkap Alasan Pilih Barcelona, Bicara Flick hingga Lamine Yamal
Selasa, 18 Agustus 2026 21:48 WIB
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen saat menghadiri gebyar pajak 2026 sebagai upaya peningkatan pembayaran wajib pajak bertempat Kantor Bapenda Papua, Kota Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu. ANTARA/Qadri Pratiwi
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat terus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 2026 dengan memberikan berbagai keringanan kepada wajib pajak hingga 30 September.
Kepala Bapenda Papua Subhan, di Jayapura, Selasa, mengatakan program yang berlangsung pada 10 Agustus hingga 30 September 2026 tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.
"Pemberian insentif dan penghapusan denda diharapkan mendorong masyarakat yang memiliki tunggakan untuk segera melunasi kewajiban," katanya.
Menurut Subhan, dalam program tersebut, wajib pajak yang memiliki tunggakan mendapatkan diskon pokok pajak sebesar 10 persen serta pembebasan denda pajak.
"Sementara bagi wajib pajak yang membayar tepat waktu diberikan diskon pokok pajak sebesar 15 persen. Adapun kendaraan yang melakukan mutasi masuk dari luar provinsi memperoleh diskon pokok pajak sebesar 30 persen," ujarnya.
Dia menjelaskan selain itu, pemerintah memberikan pembebasan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) untuk tahun-tahun sebelumnya.
"Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Dengan semakin banyak masyarakat yang membayar pajak kendaraan, penerimaan PKB juga diharapkan meningkat dan berkontribusi terhadap pencapaian target PAD," katanya lagi.
Dia menambahkan hingga Agustus 2026, realisasi PAD Papua telah mencapai Rp368,744 miliar atau 65,2 persen dari target tahun ini sebesar Rp563,689 miliar. Sementara realisasi PKB telah mencapai sekitar 70 persen dari target yang ditetapkan.
"Dan capaian PKB yang lebih tinggi tersebut salah satunya dipengaruhi kebijakan insentif dan penghapusan denda yang diberikan kepada wajib pajak oleh sebab itu kami terus memberikan program diskon pajak kepada masyarakat," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta -
Perkembangan industri estetika turut mengubah cara konsumen dalam memilih perawatan kulit. Konsumen kini tak lagi sekadar mengikuti treatment yang sedang tren, tetapi semakin aktif mencari tahu kandungan, teknologi, manfaat, keamanan, hingga kesesuaiannya dengan kondisi kulit.
Perubahan tersebut melahirkan generasi konsumen yang semakin 'skintellectual', yakni lebih teredukasi, kritis, dan ingin memahami alasan di balik setiap treatment yang dipilih. Tren ini juga terlihat dalam perkembangan aesthetic treatment yang semakin mengarah pada perawatan dengan hasil natural. Skin booster termasuk treatment injeksi yang masih dicari konsumen untuk membantu memperbaiki tekstur kulit.
Mengutip ANTARA, dokter dari Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia memproyeksikan tren perawatan estetika bergerak ke arah peningkatan kualitas kulit, penggunaan teknologi yang semakin maju, serta pendekatan non-invasif dengan hasil alami. Skin booster dan collagen stimulator disebut berpotensi semakin diminati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab perubahan tersebut, SKIN+ Clinic menghadirkan SKIN+Booster Series, sebuah pendekatan personalized skin booster yang mengelompokkan lebih dari 20 pilihan skin booster ke dalam enam kategori berdasarkan kebutuhan dan tujuan kulit atau skin goals. Enam kategori tersebut meliputi:
Melalui sistem tersebut, SKIN+ Clinic ingin mengubah pertanyaan konsumen dari sekadar "Skin booster apa yang sedang tren?" menjadi "Apa yang sebenarnya dibutuhkan kulit saya?"
Konsumen Semakin Pintar, Personalisasi Semakin Penting
Menurut GM Marketing Euromedica Group Renny Hasibuan, meningkatnya pengetahuan konsumen terhadap skincare dan aesthetic treatment menjadi salah satu perubahan penting dalam industri kecantikan.
"Konsumen sekarang semakin skintellectual. Mereka datang bukan hanya mencari glowing skin, tetapi sudah mulai memahami ingredients, teknologi, bahkan mencari tahu treatment sebelum datang ke klinik. Semakin knowledgeable konsumennya, semakin personal pula solusi yang harus kita berikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, banyaknya pilihan skin booster di pasar dapat menjadi keuntungan sekaligus tantangan. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan, tetapi belum tentu mengetahui treatment mana yang paling relevan dengan kondisi kulitnya.
"Itulah mengapa kami membangun SKIN+Booster bukan sekadar sebagai kumpulan treatment. Kami membuat enam kategori berdasarkan skin goals agar konsumen lebih mudah memahami kebutuhannya. Kami ingin SKIN+ dikenal sebagai expert yang membantu konsumen menemukan skin booster yang tepat, bukan sekadar menawarkan skin booster yang sedang populer," tambahnya.
Tidak Ada Satu Skin Booster untuk Semua Kulit
Dari perspektif medis, kondisi kulit setiap individu dapat berbeda sehingga rekomendasi treatment perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing klien.
Menurut SKIN+ Doctor & Trainer dr. Renobulan Sanusi banyaknya pilihan skin booster justru membuat peran assessment dan rekomendasi dokter semakin penting.
"Tidak ada satu skin booster yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Dua orang dapat memiliki usia yang sama tetapi kondisi kulit, concern, dan skin goals yang berbeda. Karena itu, kami melihat kondisi kulit terlebih dahulu sebelum menentukan jenis skin booster yang paling sesuai," jelasnya.
Sebagai contoh, klien yang menginginkan tampilan kulit lebih glowing belum tentu membutuhkan treatment yang sama dengan klien yang memiliki concern terhadap pigmentasi, jerawat, tekstur, tanda-tanda penuaan, ataupun kulit sensitif. Melalui lebih dari 20 pilihan dalam SKIN+Booster Series, dokter memiliki pilihan yang lebih luas untuk menyesuaikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan tersebut.
Personalisasi yang Didukung Riset dan Standardisasi
Bagi SKIN+ Clinic, banyaknya pilihan treatment perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga standar kualitas, keamanan, dan kompetensi dokter. Sebagai bagian dari Euromedica Group, SKIN+ Clinic didukung oleh Euromedica Research Lab, yang menjalankan evaluasi internal terhadap treatment dan protokol untuk mendukung penilaian hasil treatment dan keamanan.
Sementara itu, melalui Euromedica the Academie, dokter SKIN+ Clinic mendapatkan training dan standardisasi terkait product knowledge, teknik, protokol, dan standar treatment. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pendekatan personalized treatment tidak hanya didukung pilihan produk, tetapi juga kompetensi dokter.
"Dalam personalized treatment, bukan hanya produknya yang penting. Pemahaman dokter terhadap kondisi kulit, karakteristik setiap skin booster, teknik, serta protokol treatment juga sangat menentukan. Karena itu, training dan standardisasi dokter menjadi bagian penting dari SKIN+Booster," ujar dr. Renobulan.
Dari Treatment-Based Menjadi Goal-Based Beauty
Melalui SKIN+Booster, SKIN+ Clinic ingin mendorong perubahan cara konsumen dalam memilih aesthetic treatment, dari treatment-based menjadi lebih goal-based dan personalized. Pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan dan tujuan kulit masing-masing konsumen sebagai bagian penting dalam menentukan treatment.
"Beauty sekarang semakin personal. Bagi kami, the future of beauty bukan tentang membuat semua orang memiliki kulit yang sama, tetapi membantu setiap orang mencapai versi terbaik dari kulitnya sesuai kebutuhan dan goal masing-masing. Itu yang kami maksud dengan 'Your Skin. Your Goal. Boost It Your Way,'" tutup Renny Hasibuan.
(Skin Clinic/sls)
Selasa, 18 Agustus 2026 21:48 WIB
Pelajar dan masyarakat di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan mengibarkan bendera sepanjang 81 meter di jalanan daerah itu sebagai wujud kecintaan terhadap NKRI pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.ANTARA/HO-Dok Kodim 1702 Jayawijaya.
Wamena (ANTARA) - Masyarakat bersama personel TNI-Polri membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, dalam peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang dalam keterangannya di Wamena, Selasa, mengatakan pembentangan bendera tersebut menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat persatuan masyarakat.
"Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persatuan, masyarakat bersama personel TNI-Polri membentangkan bendera merah putih sepanjang 81 meter sebagai simbol kebanggaan, persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI," katanya.
Ilham mengatakan kegiatan tersebut berlangsung aman dan lancar dengan melibatkan masyarakat serta pelajar di Kabupaten Mamberamo Tengah.
"Pembentangan bendera merah putih melibatkan masyarakat, termasuk generasi muda yang turut ambil bagian dalam memeriahkan momentum kemerdekaan," ujarnya.
Menurut dia, bendera sepanjang 81 meter tersebut menjadi simbol semangat kebangsaan sekaligus bentuk kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air.
"Kegiatan tersebut juga mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di wilayah Papua Pegunungan," katanya.
Ilham menegaskan pembentangan bendera tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi wujud semangat nasionalisme dan kecintaan masyarakat terhadap Indonesia.
"Pembentangan bendera merah putih sepanjang 81 meter ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol semangat persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Papua Pegunungan untuk terus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, mempererat persatuan, dan bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bendera Merah Putih 81 meter terbentang di Kobakma Papua Pegunungan
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah melampaui angka karhutla di periode yang sama pada 2023 dan 2019, di mana saat itu juga dipengaruhi oleh fenomena iklim El Nino. Namun, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni optimistis, angka karhutla tahun ini tidak melampaui luasan pada 2015.
Dalam paparannya di Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Raja Juli mengatakan luasan karhutla sepanjang Januari-Juli 2026 telah mencapai 202.004,3 hektare. Jumlah itu lebih besar dari luas karhutla Januari-Juli 2023 seluas 92.924 hektare dan 2019 sebesar 137.007 hektare.
“Sudah melebihi 2023, melebihi 2019, tapi dengan gejala El Nino yang tadi hampir sama dengan 2015, ini masih di bawahnya. Itu perjuangan kita,” kata Raja Juli, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (18/8).
Adapun luas lahan terbakar sepanjang tujuh bulan pertama 2015 mencapai sekitar 600.000 hektare atau hampir tiga kali lipat dari angka di periode yang sama tahun ini. Namun dia yakin, luas karhutla tahun ini akan tetap berada di bawah angka tersebut.
Sementara itu, dalam kurun waktu 1-13 Agustus 2026, jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi mencapai 844 titik. Paling banyak berada di Sumatra Selatan dengan total 160 titik, disusul Kalimantan Tengah dengan total 156 titik, dan Kalimantan Barat dengan total 144 titik.
Dengan dampak lebih panas dan kering yang dibawa El Nino, kata Raja Juli, asap akibat kebakaran hutan dan lahan pun semakin meningkat. Dia turut ‘mengutip’ laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan karakteristik serupa antara El Nino 2015 dan El Nino 2026.
“Tapi insyaallah kita mempunyai kemampuan, pengalaman yang lebih baik ya, meskipun kondisi El Ninonya sama dengan 2015,” ujarnya.
Sejumlah pakar klimatologi memperingatkan risiko terjadinya El Nino sangat kuat atau Super El Nino, bahkan El Nino terkuat sepanjang sejarah pada 2026-2027 ini.
El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik menghangat jauh lebih tinggi dari kondisi normal. Pemanasan ini dapat mengubah pola cuaca di berbagai negara. Di Indonesia, dampaknya cuaca yang lebih panas dan kering.
Pakar Klimatologi yang menjabat Kepala Peneliti Iklim di Stripe, Zeke Hausfather, menjadi salah satu yang memperkirakan bahwa El Nino saat ini berpotensi menjadi yang terkuat sejak pencatatan modern dimulai. El Nino 2026-2027 disebut berpotensi mencapai suhu puncak 3,6°C atau sekitar 0,8°C lebih panas dibandingkan rekor El Nino terkuat pada 2015-2016 yang mencapai 2,75°C.
“Berbagai model meramalkan sesuatu yang di luar kami pernah observasi," tulis Zeke dalam analisinya di The Climate Brink, pada Juli lalu. Zeke melakukan analisis dari 14 model prakiraan musim yang berbeda dan hampir seluruhnya menunjukkan puncak median intensitas El Nino di level sangat kuat. Pakar Klimatologi dan Perubahan Iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, memprediksi Indonesia akan mengalami kondisi sangat kering, setidaknya hingga September 2026.
Ini bersamaan dengan kenaikan El Nino ke intensitas maksimum lebih dari 3°C pada November-Desember 2026.
“Kita semua harus beradaptasi, bersiaplah menyaksikan fenomena Super El Nino terkuat sepanjang sejarah!” ujar Erma, dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @ermayulihastin.
Selasa, 18 Agustus 2026 21:47 WIB
Kepala Diskop UKM Papua Pegunungan Alpius Yigibalom. ANTARA/Yudhi Efendi
Wamena, Papua Pegunungan (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Papua Pegunungan menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp50 juta untuk lima pelaku ekonomi orang asli Papua (OAP) di daerahnya.
Kepala Diskop UKM Papua Pegunungan Alpius Yigibalom dalam keterangan tertulis di Wamena, Senin mengatakan bantuan modal usaha telah diserahkan kepada lima pelaku UMKM yang secara intensif mengembangkan usahanya.
"Kami membantu modal usaha Rp50 juta bagi lima pelaku UMKM yang usahanya telah berjalan baik selama ini. Dan bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM yang secara terus-menerus menjalankan usahanya secara lancar," katanya.
Menurut dia, bantuan modal usaha diberikan sesuai dengan proposal yang masuk ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan dalam hal ini Diskop UKM.
"Proposal yang masuk itu kami lihat dan memastikan apakah usahanya berjalan atau tidak. Ketika kami sudah memastikan bahwa usahanya berjalan baik maka modal usaha diberikan sebagai rangsangan sehingga mereka terus mengembangkan usaha yang sedang berjalan itu," ujarnya.
Dia menjelaskan bantuan modal usaha yang diberikan oleh pemerintah daerah sebagai upaya mendorong semangat dan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan sektor usaha yang digeluti saat ini.
"Ingat, modal usaha bukan hal utama tetapi kreativitas dan semangatlah yang harus dijaga sehingga usaha apapun yang dikerjakan saat ini dapat berjalan secara maksimal," katanya.
Dia menambahkan tahun 2025 telah menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp36,9 miliar bagi 4.350 pelaku UMKM OAP.
"Penyaluran bantuan modal usaha tersebut bersumber dari dana otonomi khusus (otsus) yang saat itu telah diserahkan secara simbolis oleh bapak gubernur. Kami berharap bantuan itu menjadi vitamin bagi ribuan pelaku UMKM delapan kabupaten untuk terus mengembangkan usahanya," ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Selasa, 18 Agustus 2026 21:46 WIB
Ketua Harian KPA Kabupaten Jayawijaya Tonius Wenda diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya , Papua Pegunungan terkait kasus HIV AIDS yang tercatat hingga saat ini.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong penanganan berkelanjutan penyakit Human Immunodeficiency Virus Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di daerah setempat.
Ketua Harian KPA Kabupaten Jayawijaya Tonius Wenda di Wamena, Selasa, mengupayakan membuat lembaga swadaya masyarakat atau LMS dan kelompok kerja (pokja) di bawah naungan KPA untuk membantu menjaring 3.400 kasus atau orang yang positif HIV/AIDS supaya kembali berobat di puskesmas.
“Kami akan berupaya menjaring kembali 3.400 kasus atau orang yang positif HIV/AIDS supaya dapat kembali memperoleh pengobatan ARV di 18 puskesmas yang ditunjuk oleh dinas kesehatan dalam penanganan HIV/AIDS di Jayawijaya,” katanya.
Menurut dia, KPA Jayawijaya mencatat kasus HIV/AIDS per bulan Juni 2026 di daerah setempat mencapai 5.000.
“Dari 5.000 kasus HIV/AIDS di Jayawijaya, 1.557 dalam status on antiretroviral (ARV) atau mereka yang telah positif terkena HIV AIDS sedang menjalani pengobatan minum obat,” ujarnya.
Dia menjelaskan sementara 3.400 sekian kasus itu masuk dalam kategori lost follow up atau orang-orang yang telah positif HIV/AIDS tetapi tidak lagi mengkonsunsi ARV.
“3.400 sekian orang ini sudah periksa dan positif HIV/AIDS, dan telah mengkonsumsi obat ARV selamat satu hingga dua bulan dan tidak melanjutkan pengobatan tersebut itu yang dikategorikan lost follow up,” ujarnya.
Dia menambahkan data ini diperoleh dari teman-teman tenaga kesehatan di beberapa puskesmas di Kabupaten Jayawijaya yang mengkonfirmasi kepada KPA mengenai hal tersebut.
“Dinas Kesehatan dalam hal ini puskesmas dan rumah sakit menjadi mitra strategis KPA. Kami mendapatkan laporan dari dari puskesmas bahwa orang yang sudah positif HIV/AIDS yang telah menjalani pengobatan di satu hingga dua bulan di puskesmas sudah tidak lagi datang untuk kontrol dan mengambil obat ARV,” katanya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Selasa, 18 Agustus 2026 21:45 WIB
Sekretaris Daerah Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu (Kanan) menyerahkan remisi umum bagi 418 warga binaan Lapas Kelas IIB Merauke pada, Senin (17/8/2026) (ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua Selatan)
Jayapura (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu menyerahkan remisi umum bagi 418 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke.
"Pemberian remisi kepada warga binaan bukan sekadar pengurangan masa pidana tetapi menjadi kesempatan untuk membuka lembaran baru kehidupan dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat," katanya dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Selasa.
Menurut Ferdinandus, pemberian remisi harus dimaknai sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi warga binaan untuk terus menjaga disiplin, meningkatkan kualitas diri, mengikuti program pembinaan serta tidak mengulangi tindak pidana.
"Gunakan kesempatan ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tunjukkan kepada keluarga, masyarakat, dan bangsa bahwa saudara mampu berubah menjadi warga negara yang taat hukum, bekerja jujur, menghormati sesama, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Dia menjelaskan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan menegaskan setiap warga negara binaan memiliki hak memperoleh pembinaan, pendidikan, pelayanan, perlindungan, serta tahapan integrasi yang dilaksanakan secara profesional, akuntabel, dan berkeadilan.
"Karena itu, proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada menjalani masa pidana tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali dan beradaptasi secara baik di tengah masyarakat," katanya.
Kepala Lapas Kelas IIB Merauke Hendrik mengatakan sebanyak 418 warga binaan menerima remisi umum dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.
Dia menambahkan pemberian remisi tersebut menjadi bentuk penghargaan negara kepada narapidana yang dinilai telah memenuhi persyaratan serta menunjukkan perilaku baik dan aktif mengikuti program pembinaan selama masa pidana.
Dia mengatakan pihaknya mencatat jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Merauke per 17 Agustus 2026 sebanyak 564 orang yang mencakup 486 narapidana dan 78 tahanan.
"Dari jumlah tersebut sebanyak 418 orang mendapatkan remisi umum dan pengurangan masa pidana pada momentum HUT ke-81 RI," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Papua Selatan serahkan remisi umum bagi 418 warga binaan Lapas Merauke
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Liputan6.com, Jakarta - Tim hukum mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengungkap sekitar 30 dugaan pelanggaran prosedural dalam proses hukum kliennya. Dugaan pelanggaran itu kini diuji melalui sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kuasa hukum Febrie, Febri Diansyah, mengatakan dugaan pelanggaran itu ditemukan dalam lima aspek yang menjadi dasar permohonan praperadilan. Seluruhnya akan diuji berdasarkan hukum acara pidana dan prinsip due process of law.
“Kami mengidentifikasi ada sekitar 30 dugaan pelanggaran prosedural dari kelima aspek tersebut,” kata Febri usai sidang perdana praperadilan di PN Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Lima aspek yang dipersoalkan antara lain penetapan tersangka TPPU dengan tindak pidana asal atau predicate crime yang dinilai tidak jelas. Tim hukum juga menggugat penggabungan tindak pidana asal dengan TPPU dalam satu surat perintah penyidikan (Sprindik).
Berikutnya, mereka mempersoalkan penggeledahan dan penyitaan, penetapan tersangka tanpa pemeriksaan calon tersangka, pencegahan Febrie ke luar negeri serta penanganan perkara oleh Kejaksaan Agung sebagai penyidikan lanjutan.
“Dari lima aspek tersebut, kami mengidentifikasi ada indikasi 30 pelanggaran hukum acara dan prinsip-prinsip due process of law. Nah, 30 inilah tentu yang akan diuji lebih lanjut,” ujar Febri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327229/original/014082700_1787064310-IMG_4885.jpg)
Perbesar
Untuk memperkuat dalil tersebut, tim hukum Febrie menyiapkan tiga ahli untuk dihadirkan dalam persidangan. Namun, identitas para ahli belum diumumkan.
“Ahli yang akan kami hadirkan sekitar tiga orang sejauh ini. Nanti akan kami sampaikan secara resmi tentu saja besok atau lusa,” kata Febri.
Menurut dia, para ahli akan membantu menjelaskan aspek hukum dari dugaan pelanggaran yang diajukan dalam permohonan.
“Di hari berikutnya kami akan mengajukan ahli yang relevan agar membuat semakin jernih hukumnya dan semakin terang untuk menguji dugaan pelanggaran, 30 dugaan pelanggaran hukum acara dan prinsip due process of law yang kami sampaikan tadi,” ujarnya.
Selain menghadirkan ahli, tim hukum akan menyerahkan bukti-bukti surat atau dokumen pada persidangan berikutnya. Sementara pihak termohon dan turut termohon dijadwalkan memberikan jawaban atas permohonan praperadilan.
Febri menyebut waktu pemeriksaan praperadilan relatif singkat. Menurut dia, perkara tersebut harus diputus maksimal tujuh hari sesuai ketentuan KUHAP baru.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327227/original/075411400_1787064309-IMG_4879.jpg)
Perbesar
Febri menegaskan pengajuan praperadilan bukan upaya Febrie untuk menghindari proses hukum. Menurut dia, praperadilan merupakan hak setiap orang untuk menguji apakah tindakan aparat penegak hukum telah dilakukan sesuai aturan.
“Praperadilan ini adalah pelaksanaan hak dari seseorang. Siapapun punya hak, tidak memandang jabatannya, tidak memandang status sosialnya, itu adalah hak semua orang,” katanya.
Dia menyebut praperadilan justru menjadi mekanisme untuk meluruskan apabila terdapat prosedur hukum yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Praperadilan ini adalah bagian dari proses hukum agar kita bisa meluruskan kalau ada yang tidak lurus dalam proses hukum ini. Praperadilan ini bukanlah cara untuk menghindari proses hukum,” ujarnya.
Febri juga mengapresiasi kehadiran pihak termohon dan turut termohon dalam sidang perdana. Menurut dia, kehadiran seluruh pihak menunjukkan proses hukum dapat diuji melalui mekanisme yang tersedia.
“Kami berharap praperadilan ini memang menghasilkan sebuah proses hukum yang baik untuk semua,” tuturnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Selasa, 18 Agustus 2026 21:45 WIB
Suasana Kampung Mumugu Distrik Sama Erma, Kabupaten Asmat, Papua Selatan yang dipenuhi ornamen merah putih yang dipasang TNI bersama warga setempat dalam memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. ANTARA/HO-Dok Satgas Pamtas Yonif 300/Bjw
Wamena, Papua Pegunungan (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 300/Bjw menggelar lomba menghias Kampung Mumugu, Distrik Sawa Erma, Kabupaten Asmat, Papua Selatan yang lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Lomba itu digelar untuk memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
Dansatgas Yonif 300/Bjw Letkol Inf Joko Nugroho dalam keterangan tertulis di Wamena, Papua Pegunungan, Selasa mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya satgas untuk terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat di wilayah penugasan.
"Peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mempererat persaudaraan. Melalui lomba hias kampung ini, kami berharap semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat semakin kuat," katanya.
Menurut dia, dengan semangat Indonesia berdaulat adil dan makmur, peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung Mumugu diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta membangun kebersamaan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh semangat gotong royong," ujar Joko.
Dia menyampaikan sejak persiapan dimulai, masyarakat Kampung Mumugu bersama prajurit satgas terlihat antusias menghias lingkungan kampung dengan berbagai ornamen bernuansa Merah Putih.
Setiap sudut kampung dipercantik dengan kreativitas masyarakat, mulai dari pemasangan bendera Merah Putih, umbul-umbul hingga berbagai dekorasi sederhana yang mencerminkan semangat kemerdekaan.
"Lomba hias kampung tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Satgas Yonif 300/Bjw dengan masyarakat," kata Joko.
Ia mengatakan kebersamaan dalam menghias kampung menjadi wujud nyata semangat gotong royong sekaligus menciptakan suasana lingkungan yang lebih semarak, bersih dan nyaman.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026